JAKARTA. PT Bank Mandiri Tbk mengurungkan niat mencari pendanaan berbentuk surat utang dalam waktu dekat. Pasalnya, bank pelat merah ini tengah kebanjiran likuiditas setelah menggelar revaluasi aset dan memperoleh ekses dana dari penurunan giro wajib minimum (GWM) beberapa waktu lalu. Dengan menggelar revaluasi, emiten dengan kode saham BMRI ini tercatat meningkatkan permodalan hingga Rp 25 triliun. Sehingga, rasio kecukupan modal atawa capital adequacy ratio (CAR) Bank Mandiri akan terkerek dari 17% menjadi sekitar 20% pada akhir tahun ini. Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rohan Hafas mengatakan, selisih revaluasi aset berubah menjadi capital gain. Nah, seluruh capital gain ini dialokasikan untuk peningkatan modal. Karena modal bertambah, Bank Mandiri merasa belum memiliki kebutuhan mencari pendanaan. “Bukan batal menerbitkan subdebt ataupun batal menggelar rights issue tapi ditunda karena kami menempuh jalur revaluasi aset,” ujar Rohan, Jumat (18/12).
Banjir likuiditas, Bank Mandiri tunda cari dana
JAKARTA. PT Bank Mandiri Tbk mengurungkan niat mencari pendanaan berbentuk surat utang dalam waktu dekat. Pasalnya, bank pelat merah ini tengah kebanjiran likuiditas setelah menggelar revaluasi aset dan memperoleh ekses dana dari penurunan giro wajib minimum (GWM) beberapa waktu lalu. Dengan menggelar revaluasi, emiten dengan kode saham BMRI ini tercatat meningkatkan permodalan hingga Rp 25 triliun. Sehingga, rasio kecukupan modal atawa capital adequacy ratio (CAR) Bank Mandiri akan terkerek dari 17% menjadi sekitar 20% pada akhir tahun ini. Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rohan Hafas mengatakan, selisih revaluasi aset berubah menjadi capital gain. Nah, seluruh capital gain ini dialokasikan untuk peningkatan modal. Karena modal bertambah, Bank Mandiri merasa belum memiliki kebutuhan mencari pendanaan. “Bukan batal menerbitkan subdebt ataupun batal menggelar rights issue tapi ditunda karena kami menempuh jalur revaluasi aset,” ujar Rohan, Jumat (18/12).