KONTAN.CO.ID - KATHMANDU/BEIJING. Banjir dahsyat di Nepal tercatat telah menewaskan sedikitnya 95 orang. Ratusan wisatawan hilang akibat banjir yang disebabkan longsoran besar berupa lumpur dan batu yang runtuh ke sungai di perbatasan Himalaya antara Nepal dan wilayah Tibet, China, pada Rabu (26/8/2026). Kementerian Pariwisata Nepal menyatakan bahwa sedikitnya 341 wisatawan asing dilaporkan hilang di wilayah tersebut. Ini termasuk lebih dari 100 warga India, tiga warga negara AS, dan 12 warga negara Inggris. Puluhan warga setempat juga dilaporkan hilang. Pihak kepolisian menyatakan bahwa tim penyelamat di Nepal sejauh ini telah menemukan 95 jenazah. Media setempat melaporkan bahwa 65 orang sedang menjalani perawatan di rumah sakit di wilayah tersebut dan di ibu kota Kathmandu.
Secara terpisah, Korea Selatan menyatakan bahwa delapan warga negaranya yang bekerja di sebuah pembangkit listrik tenaga air dilaporkan hilang. Helikopter penyelamat tidak dapat mendarat di wilayah terdampak di Nepal, yakni Syapru Besi dan Timure di distrik pegunungan Rasuwa, yang berpenduduk sekitar 50.000 jiwa. Ini karena aliran sungai meluap melebihi jalur normalnya, kata para pejabat.
Baca Juga: Bos Perusahaan Kripto Hadapi Ekstradisi dari Inggris ke AS atas Dugaan Penipuan Reuters melaporkan, rekaman video yang telah diverifikasi memperlihatkan puluhan orang terseret arus di wilayah perbatasan. Rumah, jalan, dan proyek pembangkit listrik tersapu banjir di Nepal. Rekaman tersebut, yang berasal dari kamera keamanan di sisi China, di perbatasan Nepal-Tibet, memperlihatkan banyak orang berlari menyelamatkan diri sesaat sebelum terjangan batu, lumpur, dan air menghancurkan bangunan serta kendaraan, dan merenggut banyak nyawa. Tayangan televisi memperlihatkan rumah-rumah yang runtuh, mobil-mobil yang hanyut, dan sebuah jembatan logam yang tersapu arus. Sementara para saksi mata menuturkan kepada
Reuters, air telah menenggelamkan seluruh desa. "Kehancuran terlihat di mana-mana," ujar Tula Bahadur BK, seorang petugas kesehatan di Rasuwa, kepada
Reuters. Menurut Tula, permukiman di tepi sungai telah tersapu bersih seluruhnya. Lima kerabatnya juga dinyatakan hilang. "Ada kemungkinan timbul korban jiwa yang banyak atau kerugian harta benda," kata administrator distrik Narendra Pariyar. Pejabat di kawasan ini mengimbau warga di bantaran Sungai Bhote Koshi, tempat bermuaranya Sungai Lhende Khola, untuk pindah ke tempat yang lebih tinggi.
Baca Juga: Banjir Bandang Dahsyat Terjang Nepal, Desa dan Proyek Pembangkit Listrik Hanyut Akibat derasnya aliran air berlumpur yang meluncur turun dari ketinggian sekitar hampir 2.000 meter di atas permukaan laut, peringatan banjir dikeluarkan untuk negara bagian Uttar Pradesh dan Bihar di India utara yang padat penduduk. Kedua negara bagian ini berbatasan langsung dengan Nepal dan menjadi jalur bagi beberapa sungai yang mengalir turun dari pegunungan menuju dataran rendah.
Pihak berwenang di Bihar menyatakan telah mengevakuasi sekitar 5.000 orang dari enam distrik dan berencana mengevakuasi total 10.000 hingga 12.000 orang. Pejabat di Tibet menyatakan kekhawatiran akan adanya korban jiwa dalam jumlah besar. Beberapa orang dilaporkan hilang di wilayah Gyirong setelah tanah longsor menghantam jalur penyeberangan darat perbatasan. Penyebab pasti tanah longsor lumpur tersebut tidak dapat segera dipastikan. Namun Pusat Penelitian Geosains Jerman (GFZ) menyatakan bahwa terjadi gempa berkekuatan magnitudo 4,4 sekitar tujuh menit sebelum waktu yang tertera pada rekaman kamera pengawas (CCTV). Menteri Luar Negeri Nepal Shisir Khanal mengatakan kepada parlemen Nepal, laporan awal mengindikasikan gempa bumi di wilayah tersebut kemungkinan menjadi pemicu longsoran dan menyebabkan banjir.