Banjir Thailand Sebabkan Kerugian Industri US$178 juta



KONTAN.CO.ID - BANGKOK. Banjir yang melanda sejumlah wilayah Thailand sejak bulan lalu mulai memberikan tekanan besar terhadap sektor industri. Kerugian yang ditimbulkan diperkirakan mencapai 6 miliar baht atau sekitar US$178 juta.

Federation of Thai Industries (FTI) atau Federasi Industri Thailand memperkirakan nilai kerusakan tersebut terus meningkat seiring dengan meluasnya dampak banjir ke sejumlah wilayah.

Sekretaris Jenderal FTI Panitarn Pavarolavidya mengatakan, meski banjir telah mengganggu aktivitas industri, pabrik perakitan kendaraan bermotor masih memiliki persediaan komponen yang cukup untuk mempertahankan kegiatan produksi hingga 12 Oktober 2026.


"Meski terjadi gangguan, pabrik perakitan otomotif saat ini memiliki persediaan suku cadang yang cukup untuk melanjutkan produksi hingga 12 Oktober," kata Panitarn dalam konferensi pers, Rabu (7/10/2026).

Baca Juga: Harga Minyak Melonjak 4%, Kekhawatiran Pasokan dari Timur Tengah Terus Berlanjut

Perkembangan tersebut menjadi perhatian bagi industri otomotif Thailand karena gangguan pasokan komponen berpotensi memengaruhi kelancaran produksi kendaraan apabila banjir terus berlangsung.

Pada pekan sebelumnya, FTI baru memperkirakan nilai kerugian akibat banjir mencapai sekitar 1 miliar baht. Perkiraan awal tersebut mencakup dampak banjir di Bangkok dan 14 provinsi lainnya.

Dengan estimasi terbaru sebesar 6 miliar baht, nilai kerugian sektor industri Thailand berarti telah meningkat sekitar enam kali lipat dibandingkan perkiraan awal.