Bank Agris incar tambahan modal Rp 452 miliar



JAKARTA. Bank Agris berniat mengumpulkan tambahan modal Rp 452 miliar agar kategori Bank Umum Kelompok Usaha bisa naik menjadi BUKU II. Penambahan modal ini nantinya rencananya akan dilakukan melalui mekanisme penawaran saham baru atau rights issue.

Menurut Sekertaris Perusahaan Bank Agris, Ita Hidayati, aksi penambahan modal melalui rights issue ini akan dilakukan Bank Agris sebelum Juni 2016. “Nilai rights issue tahun depan sekitar dua kali lipat nilai rights issue pada tahun ini,” ujar Ita kepada KONTAN, Selasa, (08/12).

Sebagai informasi, kemarin (8/12), Bank Agris baru saja memperoleh persetujuan pemegang saham terkait penerbitan rights issue pada tahun ini. Sebagai informasi, rights issue ini menerbitkan maksimal 1,27 miliar saham baru atau sekitar 23,08% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh setelah PUT dengan nominal Rp 100 per saham. Tambahan dana dari aksi ini adalah sebesar Rp 127 miliar akan digunakan untuk memperkuat permodalan.


Sebagai informasi, sampai September 2015 tercatat modal inti bank Agris adalah sebesar Rp 420 miliar. Dengan rightsissue tahun ini, modal inti perseroan diperkirakan akan mengalami kenaikan sekitar Rp 548 miliar.

Nah, untuk mencapai target BUKU II dengan modal Rp 1 triliun - Rp 5 triliun  pada tahun depan, minimal tambahan modal inti Bank Agris yang rencananya dilakukan melauui rights issue adalah sebesar 452 miliar.

Sampai September 2015 tercatat laba bersih Bank Agris naik 70,37% menjadi Rp 9,2 miliar. Kenaikan ini salah satunya ditopang oleh kenaikan penyaluran kredit sebesar 13,58% menjadi Rp 2,7 triliun.

Tahun depan, menurut Direktur Utama Bank Agris, Sia Leng Ho bank berkode saham AGRS ini akan meningkatkan portofolio kredit mikro menjadi 10% dari posisi saat ini yang masih diabwah 10%. Untuk mencapai hal ini bank akan meningkatkan penyaluran kredit mikro melalui Mikro Agri Solusi ke sektor agribisnis terutama ikan dan ayam. “Diharapkan dengan ini pertumbuhan kredir mikro bisa mencapai 80%,” ujar Sia.

Sebagai informasi, sampai September tercatat, sebagian besar kredit Bank Agris terutama dikontribusikan oleh sektor perdagangan.

Selain itu tercatat sampai kuartal III, DPK perseroan hanya tumbuh 0,78% menjadi Rp 3,5 triliun. Sebagian besar komposisi dana bank yang masih ada hubungan dengan Charoen Popkhan ini adalah deposito sebesar 82,3% dan sisanya CASA sebesar 17,7%.

Walaupun tercatat mengalami pertumbuhan kinerja yang cukup bagus. Sampai September 2015, tercatat NPL perseroan tercatat mendaki tajam menjadi 3,5% dari sebelumnya 1,06%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News