KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Aladin Syariah Tbk menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 24,9 miliar kepada tiga perusahaan melalui penandatanganan
business deal di ajang Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026. Pembiayaan tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan modal kerja PT Dunia Boga Indonesia di sektor perdagangan makanan dan minuman, serta PT Hanif Tunggal Mandiri dan PT Dwiyasa Gemilang Abadi di sektor konstruksi bangunan ritel. PT Hanif Tunggal Mandiri akan menggunakan pembiayaan untuk mendukung pembangunan gerai Alfamart, sedangkan PT Dwiyasa Gemilang Abadi untuk pembangunan gerai Alfamidi di berbagai wilayah Indonesia.
Direktur Bank Aladin Syariah Jo Anula Putra mengatakan, kerja sama ini merupakan upaya perseroan memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha, termasuk UMKM, melalui integrasi ekosistem Alfa Group.
Baca Juga: Bank Aladin Syariah Perkuat Likuiditas Lewat SIPA “Melalui kerja sama ini, kami berharap pembiayaan dapat membantu perusahaan mengembangkan usaha sekaligus mendukung aktivitas ekonomi yang lebih luas. Kolaborasi dalam ekosistem Alfa Group juga menjadi langkah kami untuk memperluas akses pembiayaan dan mendorong UMKM agar terus tumbuh dan berkembang,” ujar Jo dalam keterangannya, Rabu (21/10/2026). Jo mengatakan, Bank Aladin Syariah menyalurkan pembiayaan dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kemampuan usaha debitur. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perseroan menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha. “Pembiayaan harus berangkat dari kebutuhan nyata pelaku usaha. Kami ingin layanan Bank Aladin Syariah membantu mereka menjaga kelancaran bisnis dan memanfaatkan peluang, dengan tetap memperhatikan kemampuan usaha serta prinsip kehati-hatian,” ujar Jo.
Baca Juga: Bank Aladin Syariah Optimalkan Layanan Pembayaran Pensiun Pembiayaan modal kerja dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional, pengadaan barang, pengelolaan persediaan, hingga pelaksanaan proyek. Di sektor perdagangan makanan dan minuman, pembiayaan mendukung pengelolaan pasokan dan pemenuhan permintaan pasar. Sementara di sektor konstruksi ritel, pembiayaan membantu memenuhi kebutuhan operasional pembangunan gerai.
Kegiatan usaha tersebut turut menggerakkan sektor lain, mulai dari penyediaan material dan jasa hingga penyerapan tenaga kerja. Dengan memperluas akses pembiayaan bagi usaha yang layak, perbankan diharapkan dapat mendorong aktivitas ekonomi produktif dan meningkatkan daya saing pengusaha lokal. Penandatanganan
business deal dalam ISEF 2026 menjadi salah satu upaya Bank Aladin Syariah memperkuat sinergi antara lembaga keuangan syariah dan pelaku usaha. Jo mengatakan, sinergi antara perbankan dan pelaku usaha diharapkan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi ekosistem bisnis. “Ke depan, Bank Aladin Syariah akan terus mengembangkan layanan dan solusi pembiayaan sesuai kebutuhan sektor riil untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.” pungkasnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News