Bank Artos masih merugi meski pangkas beban biaya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Turunnya suku bunga deposito saat ini berpengaruh terhadap cost of fund atau biaya dana dari perbankan. Trennya, beban biaya bank turun seiring penurunan bunga yang diberikan pada nasabah.

PT Bank Artos Indonesia (Bank Artos) juga ikut merasakan dampak penurunan biaya dana. Menurut Sekretaris Perusahaan Bank Artos, Deddy Triyana, Pengelolaan cost of fund Bank Artos disesuaikan dengan perkembangan pasar.

“Kalau suku bunga acuan turun atau naik, kami akan melakukan evaluasi untuk penyesuaian. Dibandingkan tahun lalu, COF turun karena tren suku bunga perbankan saat ini cenderung turun,” ujar Deddy kepada Kontan.co.id, Rabu (8/11).


Jika dibandingkan dengan awal tahun, beban biaya Bank Artos telah turun hingga 0,5% menjadi 7,34% di bulan Oktober 2017. Margin keuntungan bunga atau net interest margin (NIM) bank ini pada September 2017 sekitar 4%. 

Namun, efisiensi biaya dana tidak diikuti dengan naiknya laba. Tercatat pada laba periode berjalan bulan September 2017 Bank Artos merugi sebesar Rp 8,84 miliar. Tapi, catatan kerugian ini masih baik dibandingkan dengan September 2016 yang merugi sebesar Rp 37,41 miliar.

Menurut Deddy, kerugian tersebut disebabkan oleh pemupukan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN), dana yang digunakan bank untuk mengkover kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL). Sampai September, nilainya Rp 10,7 miliar. 

“Kami memang ada pembentukan CKPN, dan ditargetkan akhir tahun sudah bisa pulih," kata Deddy. Bank menargetkan, laba tahun ini bisa sebesar Rp 4 miliar.

“Penyelesaian NPL sebenarnya sudah pada tahap akhir semua, makanya kami berkeyakinan target laba bisa tercapai. Karena secara operasional diluar pembentukan CKPN kita sudah on track,” ujar Deddy lebih lanjut.

Bank Artos optimis akan kembali meraih laba di akhir tahun. Tentunya dengan peningkatan penyaluran kredit dan peningkatan NIM.

“Kami sangat optimis karena penyelesaian NPL sdh pada tahap akhir semua dan ditargetkan akhir bulan ini selesai dan diharapkan target NPL sekitar 2% di akhir tahun akan terwujud,” tutup Deddy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia