JAKARTA. Persaingan perebutan dana pihak ketiga (DPK) antar bank semakin ketat. Salah satu indikasinya, selisih suku bunga simpanan berjangka (deposito) antar bank berbeda kelas yang kian menciut. Mochammad Doddy Ariefianto, Ekonom Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengatakan, selisih suku bunga deposito antara bank kecil dengan bank yang lebih besar memang semakin menyempit mini. Ini menandakan adanya pengetatan likuiditas yang dikhawatirkan berujung pada perang suku bunga lagi. Ambil contoh rata-rata suku bunga deposito jangka waktu satu bulan bank kelompok BUKU I dan BUKU II. Akhir tahun 2013, selisihnya masih berkisar 82 bps. Namun per November 2015, selisihnya hanya 44 bps (lihat tabel).
Bank-bank berebut dana simpanan
JAKARTA. Persaingan perebutan dana pihak ketiga (DPK) antar bank semakin ketat. Salah satu indikasinya, selisih suku bunga simpanan berjangka (deposito) antar bank berbeda kelas yang kian menciut. Mochammad Doddy Ariefianto, Ekonom Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengatakan, selisih suku bunga deposito antara bank kecil dengan bank yang lebih besar memang semakin menyempit mini. Ini menandakan adanya pengetatan likuiditas yang dikhawatirkan berujung pada perang suku bunga lagi. Ambil contoh rata-rata suku bunga deposito jangka waktu satu bulan bank kelompok BUKU I dan BUKU II. Akhir tahun 2013, selisihnya masih berkisar 82 bps. Namun per November 2015, selisihnya hanya 44 bps (lihat tabel).