KONTAN.CO.ID - Bank investasi global J.P. Morgan menaikkan proyeksi harga emas jangka panjang sebesar 15% menjadi US$ 4.500 per ons troi. Namun, proyeksi harga emas pada akhir 2026 tetap dipertahankan di level US$ 6.300 per ons. Dalam catatan kepada klien, JP Morgan menyebut peningkatan pembelian emas oleh bank sentral, pengumuman divestasi aset Treasury AS, serta pergeseran basis pendapatan sejumlah negara dari dolar AS ke renminbi China menjadi faktor utama revisi tersebut.
- Macquarie Group menaikkan proyeksi rata-rata harga emas 2026 menjadi US$ 4.323 per ons, dengan estimasi kuartal I-2026 di US$ 4.590 dan kuartal II-2026 di US$ 4.300.
- Wells Fargo Investment Institute memperkirakan harga emas mencapai US$ 6.100–US$ 6.300 pada akhir 2026.
- UBS menaikkan target harga menjadi US$ 6.200 untuk periode Maret hingga September 2026.
- Deutsche Bank memproyeksikan emas di US$ 6.000 pada 2026.
- Societe Generale menargetkan US$ 6.000 pada akhir 2026.
- Morgan Stanley mematok target dasar US$ 4.600, dengan skenario bullish US$ 5.700 pada paruh kedua 2026.
- Goldman Sachs memperkirakan harga emas mencapai US$ 5.400 pada Desember 2026.
- Citi Research menaikkan target jangka pendek (0–3 bulan) menjadi US$ 5.000.
- HSBC memproyeksikan harga di US$ 4.450 pada akhir 2026.
- ANZ menargetkan US$ 4.400 pada akhir tahun dan US$ 4.600 pada Juni 2026.
- Bank of America menaikkan outlook 2026 menjadi US$ 5.000.
- Standard Chartered mematok proyeksi di kisaran US$ 4.488.
- Commerzbank memperkirakan harga mencapai US$ 4.800 pada pertengahan 2026.