Bank-bank Swiss incar orang kaya Asia



ZURICH. Pasar bisnis wealth management Asia Pasifik memang menggiurkan. Tahun 2016, kawasan ini diprediksi akan menjadi menghasilkan masyrakat dengan tingkat kemakmuran paling tinggi di dunia. Tidak heran, jika industri perbankan dari seluruh penjuru dunia mengarahkan radar ekspansinya ke kawasan ini.

Salah satunya adalah perbankan asal Swiss. Salah satunya, Credit Suisse, yang sejak 2011 fokus membesarkan bisnis wealth management ketimbang investment bank. Ide ini muncul pasca UBS, kompetitor yang juga dari Swiss sukses menggarap bisnis wealth management, khususnya di Asia.

"Semua ingin ekspansi ke Asia dan langkah ini merupakan strategi utama," ujar Andreas Brun, Analis Swiss Zuercher Kantonalbank (ZKB) seperti dikutip Reuters, Minggu (9/8).


Berdasarkan prediksi Boston Consulting Group (BCG), rata-rata kekayaan penduduk Asia Pasifik, kecuali Jepang, bisa tumbuh 9,7% saban tahun hingga tahun 2019 mendatang. Angka itu dua kali lipat lebih tinggi dari pertumbuhan kekayaan masyarakat Eropa Barat. Bahkan data Asia Pacific Wealth Report yang dirilis Oktober 2014 menegaskan, pertumbuhan kekayaan penduduk Asia Pasifik dengan kekayaan di atas US$ 1 juta pada tahun 2013 mencapai 18%.

Sementara di kawasan lainnya hanya berkisar 12% saja. Namun, untuk menarik minat para jutawan dan miliarder di Asia bukanlah perkara mudah. Aksi akuisisi Demi memasuki pasar yang sarat kompetisi, opsi akuisisi bisa menjadi jalan pintas agar penetrasi bisa dipercepat.

Seperti upaya Julius Beer Group membeli bisnis wealth management milik Merrill Lynch di luar kawasan Amerika Serikat (AS). Strategi ini terbukti efektif membuka pintu masuk Julius Beer di kawasan Asia. Demikian juga dengan Union Bancaire Privee yang telah membeli Coutts International, bisnis private banking milik Royal Bank of Scotland (RBS).

Sebagai catatan, hingga kini UBS masih menguasai bisnis wealth management di wilayah Asia Pasifik. Asian Private Banker menyatakan, dana kelolaan UBS hingga akhir 2014 mencapai US$ 272 miliar. Sementara, Citi Group dan Credit Suisse masing-masing mengelola dana sebanyak US$ 255 miliar dan US$ 154 miliar.

Edmund Koh, Kepala Bisnis Wealth Management UBS Asia Pasifik berharap, kawasan Asia Pasifik bakal berkontribusi sebesar sepertiga dari total pendapatan UBS pada tahun 2017. Saat ini, kontribusi dari Asia Pasifik masih di kisaran 30%.