Bank Banten (BEKS) akan rights issue, bidik dana Rp 1,17 triliun



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA.  PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS) sudah resmi dinahkodai Agus Syabaruddin. Penunjukannya sebagai Direktur Utama bank ini sudah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 26 April 2021. 

Di bawah kepemimpinan Agus, Bank Banten akan kembali melakukan penambahan modal tahun ini setelah pada Januari lalu telah berhasil melaksanakan penawaran umum terbatas (PUT) VI atau rights issue dengan menghimpun dana Rp 1,87 triliun dimana Pemprov Banten lewat PT Banten Global Development (BGD) melakukan injeksi modal Rp 1,55 triliun. 

Bank Banten akan melakukan rights issue dengan mengeluarkan saham portepel seri C dengan nominal Rp 50 per saham. Target perolehan dananya sebesar  Rp 1,17 triliun yang akan dieksekusi paling lambat pada November 2021. 


"Kami akan melakukan PUT VII dimana bookbuilding ditargetkan dilakukan pada Oktober dan eksekusi paling lambat November ini. PUT VI dan PUT VII sudah disetujui pada RUPSLB 2 Oktober 2020 dengan total target perolehan dana Rp 3,04 triliun. Dari PUT VI sudah dapat Rp 1,87 triliun." kata Agus pada KONTAN, Minggu (2/5).

Baca Juga: Laporan Keuangan PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk

Saat ini, Bank Banten tengah menjajaki  kerjasama dengan lembaga penunjang untuk menggelar aksi korporasi tersebut. Menurutnya, Pemprov Banten tetap berkomitmen untuk mendukung proses perbaikan yang dilakukan oleh Bank Banten. Tentunya, dengan kepemilikan sebesar 78,21% saat ini, Pemerintah Provinsi Banten melalui BGD akan mendukung kesuksesan penyelenggaraan rights issue tahun ini.

 
BEKS Chart by TradingView

Sembari mempersiapkan lembaga penunjang, Bank Banten juga tetap melakukan penjajakan dengan calon-calon investor strategis yang ingin masuk ke Bank Banten. Komitmen perseroan melakukan transformasi digital setelah meningkatkan modal inti diharapkan semakin mendapatkan kepercayaan dari investor. 

Baca Juga: OJK Restui Agus Syabarrudin Menjadi Direktur Utama Bank Banten

Editor: Noverius Laoli