Bank BCA Digital kantongi modal inti Rp 1,36 triliun di Maret 2021



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk bakal meluncurkan Bank BCA Digital pada Juli 2021 mendatang. Direktur BCA Vera Eve Lim menyatakan perseroan sebelumnya telah melakukan penyuntikan modal ke Bank Digital BCA senilai Rp 1 triliun.

Saat ini BCA belum memiliki rencana untuk melakukan penyuntikan modal terhadap dua anak usaha ini karena tingkat permodalan masih solid untuk mendukung bisnis masing masing. “BCA berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan perbankan secara optimal untuk nasabah di Tanah Air serta berkontribusi bagi roda perekonomian bangsa,” papar Vera kepada Kontan.co.id pada pekan lalu. 

Adapun modal inti Bank BCA Digital pada Maret 2021 senilai Rp 1,36 triliun. Nilai itu meningkat 3,03% yoy dari posisi yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,32 triliun. 


Sebelumnya, Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja bilang anak perusahaan ini memang disiapkan khusus menggarap segmen milenial yang terbilang digital savvy.

Baca Juga: Libur Lebaran, ini jadwal operasional Bank Mandiri, BCA, BRI, BTN, BNI

“Prioritasnya di sini pasarnya milenial yang akan menjadi nasabah digital bank ini. Pertama kita akan kembangkan di sisi funding (himpunan dana) dan payment (pembayaran) sebagai dasarnya. Lalu baru ke melakukan lending (kredit)," papar Jahja secara digital.

Ia melanjutkan, dalam menggarap bisnis lending ini, BCA harus melakukan pengajian. Lantaran bisnis perbankan berbeda dengan peer to peer (P2P) lending yang relatif cepat memberikan pinjaman dengan bunga relatif tinggi.

Asal tahu saja, Bila tidak ada aral melintang, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bakal merilis peraturan mengenai bank umum pada Juni mendatang. Permodalan bank digital salah satu yang akan diatur secara rinci. OJK telah mengungkapkan syarat permodalan bank digital. Untuk mendirikan atau melahirkan satu baru akan beroperasi secara digital penuh maka harus memiliki modal awal Rp 10 triliun. 

Aturannya akan beda lagi kalau ingin mengonversi bank tradisional jadi bank digital. Jika bank tersebut berdiri sendiri maka modalnya cukup Rp 3 triliun. Sementara kalau bank tradisional yang akan jadi bank digital itu merupakan bagian dari kelompok usaha bank maka hanya perlu modal Rp 1 triliun.

Selanjutnya: Begini layanan operasional cabang BCA selama libur lebaran 2021

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .