Bank Berlomba Kembangkan Layanan Emas di Aplikasi, Simak Strateginya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah bank semakin agresif menggarap bisnis emas digital melalui aplikasi digitalnya. Dengan menggandeng Pegadaian maupun mengembangkan layanan bullion, perbankan berupaya menangkap peluang investasi emas yang semakin mudah diakses masyarakat. Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai, bisnis emas perbankan memang masih memiliki laju pertumbuhan positif tahun ini. Hal ini seiring harga emas yang cenderung bertahan tinggi dan meningkatnya minat masyarakat terhadap emas sebagai instrumen investasi jangka panjang. “Bisnis emas prospeknya sedang bagus karena harga cenderung tetap tinggi dibanding tiga tahun lalu. Emas makin populer di kelas menengah dan Gen Z sebagai aset investasi yang menjanjikan secara jangka panjang,” ujar Bhima kepada Kontan, Senin (12/10/2026).

Baca Juga: Asuransi Asei Perkuat Bisnis Ritel lewat Digitalisasi dan Diversifikasi Menurut Bhima, menabung emas juga menjadi alternatif investasi di tengah menurunnya kinerja pasar saham. Selain itu, layanan emas melalui aplikasi digital perbankan memudahkan masyarakat membeli emas tanpa harus mengantre di toko emas atau gerai fisik. Sebagai bank emas atau bullion bank, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) terus mencatatkan pertumbuhan bisnis emas yang kuat. Per Juni 2026, total emas kelolaan BSI telah mencapai 24,01 ton, dengan jumlah nasabah bullion BSI meningkat 700% yoy. Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar mengatakan, BSI akan terus mengoptimalkan potensi ekonomi emas sebagai sumber pertumbuhan baru. "Apalagi saat ini mbanking BYOND makin diminati anak-anak muda dengan hadirnya fitur BYOND LYFE yang memfasilitasi kebutuhan transaksi lifestyle mulai dari travelling, hingga fitur Bank Emas," ujar Wisnu kepada Kontan, Jumat (9/10/2026). Salah satu layanan yang menarik di BYOND adalah Gadai dari Cicil Emas. Jadi, nasabah dapat manfaatkan cicil emas mereka yang hampir lunas untuk mendapatkan dana tambahan tanpa perlu menjual emasnya. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menjadi bank konvensional pertama di Indonesia yang memperoleh lisensi usaha bulion dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Direktur Consumer Banking Bank Mandiri Saptari mengatakan, jumlah pengguna terdaftar di Livin’ by Mandiri mencapai 42,1 juta pengguna hingga Agustus 2026. “Transformasi layanan Bulion ini merupakan lompatan inovasi nyata dari Livin’ by Mandiri. Kami tidak sekadar berinovasi pada kelancaran transaksi, tetapi juga meredefinisi cara nasabah membangun dan melindungi kekayaan jangka panjang mereka,” ujar Saptari dalam keterangan resminya, Jumat (9/10/2026).

Baca Juga: OJK Pangkas Target Piutang Pembiayaan Multifinance Jadi Tumbuh 2%-4% pada Akhir 2026 Melalui Livin' ada layanan Tabungan Emas, nasabah dapat membeli emas dengan setoran awal dimulai dari 0,02 gram atau sekitar Rp 50.000, sedangkan pembelian berikutnya mulai 0,005 gram atau sekitar Rp 10.000. Mandiri juga punya layanan Kredit Serbaguna Mandiri (KSM) Emas untuk pembelian emas secara cicilan dengan harga yang dikunci saat pengajuan.


Saptari mengatakan Bank Mandiri tengah menyiapkan pengembangan layanan berikutnya, yaitu Multiguna Emas untuk pinjaman dengan agunan emas. Ada juga autodebet emas untuk investasi berkala, serta transfer emas antar pengguna Livin’. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melalui super appnya BRImo, mencatatkan hingga Agustus 2026, volume penjualan produk emas BRI mencapai Rp 5,13 triliun, tumbuh 217,42% secara tahunan (yoy). Sementara itu, frekuensi transaksi meningkat 658,97% menjadi 9,01 juta transaksi. Transaksi emas tersebut mencatatkan kenaikan usai peluncuran Open Bundling Emas di BRImo. Layanan ini membuat nasabah sudah bisa langsung membuka rekening emas saat melakukan transfer uang. Direktur Information Technology BRI Saladin Dharma Nugraha Effendi mengatakan, kemudahan akses menjadi bagian dari strategi BRI untuk menjadikan investasi emas semakin relevan dengan gaya hidup nasabah BRI.  “Melalui Open Bundling Emas, kami menghadirkan akses investasi langsung dalam alur transaksi di super app BRImo, sehingga proses pembukaan Rekening Emas dapat berlangsung secara lebih praktis dan terintegrasi,” ujar Saladin dalam keterangan resminya, Minggu (4/10/2026). Dengan didukung PT Pegadaian, BRImo punya tiga layanan unggulan yaitu Tabungan Emas dengan pembelian mulai Rp 10.000 atau 0,1 gram. Cicil Emas dengan minimum 0,5 gram. Serta Transfer Emas antar-rekening mulai 0,01 gram.

Baca Juga: Laba Industri Pergadaian Tumbuh 69,73% per Agustus 2026, Ini Kata PPGI

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: