KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saat tren suku bunga bermekaran, bank mencari akal medapatkan pundi-pundi pemasukan. Salah satunya dengan meningkatkan pendapatan non bunga atau fee based income. Pendapatan ini dapat diperoleh dengan memacu transaksi dengan mesin electronic data capture (EDC). Salah satunya PT Bank Mandiri Tbk yang mampu meningkatkan frekuensi transaksi 17,5% pada Agustus 2018 bila dibandingkan tahun lalu. Bahkan untuk nominal transaksi tumbuh 12% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 80 triliun. Namun, saat ini transaksi di mesin EDC tidak hanya dilakoni oleh perbankan. Teknologi finansial mulai masuk pasar dengan menerapkan sistem pembayaran menggunakan QR Code.
Bank berlomba tingkatkan transaksi di mesin EDC
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saat tren suku bunga bermekaran, bank mencari akal medapatkan pundi-pundi pemasukan. Salah satunya dengan meningkatkan pendapatan non bunga atau fee based income. Pendapatan ini dapat diperoleh dengan memacu transaksi dengan mesin electronic data capture (EDC). Salah satunya PT Bank Mandiri Tbk yang mampu meningkatkan frekuensi transaksi 17,5% pada Agustus 2018 bila dibandingkan tahun lalu. Bahkan untuk nominal transaksi tumbuh 12% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 80 triliun. Namun, saat ini transaksi di mesin EDC tidak hanya dilakoni oleh perbankan. Teknologi finansial mulai masuk pasar dengan menerapkan sistem pembayaran menggunakan QR Code.