KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bisnis kartu kredit perbankan masih mencatatkan pertumbuhan positif pada kuartal I-2026. Pertumbuhan tersebut didorong masih terjaganya daya beli masyarakat, meningkatnya transaksi digital, serta agresifnya program promo dan cicilan yang ditawarkan perbankan kepada nasabah. Berdasarkan data terbaru Bank Indonesia (BI) volume transaksi kartu kredit pada dua bulan pertama 2026 tercatat mencapai 87,66 juta transaksi, tumbuh 10,32% secara tahunan dari periode sama tahun sebelumnya sebesar 79,46 juta transaksi. Dari sisi nilai, transaksi kartu kredit mencapai Rp 82,17 triliun atau meningkat 14,79% secara year on year (yoy). Sejumlah bank besar seperti PT Bank Mandiri misalnya, mencatat transaksi kartu kredit tumbuh 25% secara tahunan pada kuartal I-2026. Sejalan dengan itu, baki debet kartu kredit juga meningkat 10,1% yoy.
Baca Juga: Dana Pensiun BCA Catat Kenaikan Aset Jadi Rp 6,12 Triliun per Maret 2026 “Pertumbuhan ini mencerminkan masih terjaganya daya beli masyarakat, khususnya pada segmen nasabah konsumtif dan kelas menengah,” ujar VP Credit Cards Group Bank Mandiri Agus Hendra Purnama kepada Kontan. Menurutnya, pertumbuhan transaksi ditopang peningkatan layanan, antusiasme nasabah terhadap program promosi, serta kemudahan transaksi cicilan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dan gaya hidup. Bank Mandiri juga optimistis bisnis kartu kredit masih tumbuh positif sepanjang 2026 seiring meningkatnya adopsi transaksi digital dan membaiknya aktivitas ekonomi masyarakat. Untuk mendukung pertumbuhan, Bank Mandiri memperkuat ekosistem pembayaran digital melalui integrasi kartu kredit dengan aplikasi Livin’ by Mandiri, termasuk fitur pembayaran QRIS. Di sisi kualitas aset, Agus memastikan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) kartu kredit tetap terjaga dan menunjukkan perbaikan bertahap. “Kondisi ini didukung strategi akuisisi nasabah yang lebih selektif dan terarah,” katanya. Sementara itu, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) juga mencatatkan pertumbuhan bisnis kartu kredit yang positif.
Baca Juga: Biaya Dana Berpotensi Menekan Kinerja, Perbankan Atur Strategi Jaga Profitabilitas Executive Vice President (EVP)
Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan, outstanding pinjaman konsumer lainnya yang mayoritas berasal dari kartu kredit tumbuh 6,8% YoY menjadi Rp25,1 triliun per Maret 2025. “Transaksi kartu kredit BCA menunjukkan tren pertumbuhan yang positif,” ujar Hera. Menurutnya, pertumbuhan tersebut didukung inovasi layanan dan penguatan kanal digital. Saat ini nasabah dapat mengajukan aplikasi kartu kredit secara online, mengontrol transaksi, mengajukan kenaikan limit, hingga membayar tagihan melalui aplikasi myBCA. BCA juga menawarkan beragam produk kartu kredit mulai dari BCA Everyday Card, BCA Card Platinum, BCA Smartcash, Mastercard, Visa, JCB, UnionPay hingga American Express. Dari sisi kualitas aset, Hera memastikan rasio NPL kartu kredit tetap terkendali sehingga total NPL bank secara keseluruhan terjaga di level 1,8%. Di sisi lain, PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) juga mencatatkan pertumbuhan transaksi kartu kredit pada kuartal I-2026. Direktur Consumer & Emerging Business Banking CIMB Niaga Noviady Wahyudi mengatakan, transaksi kartu kredit Bank CIMB Niaga naik 5% dibanding periode sama tahun sebelumnya. “Capaian ini mencerminkan kepercayaan nasabah yang terus tumbuh terhadap produk dan layanan yang kami tawarkan,” ujar Noviady.
Menurutnya, pertumbuhan transaksi didorong aktivitas belanja masyarakat selama periode libur Lebaran. Saat ini, jumlah kartu kredit CIMB Niaga yang beredar telah mencapai lebih dari 3 juta kartu. Noviady optimistis pertumbuhan bisnis kartu kredit CIMB Niaga masih akan berlanjut sepanjang tahun ini.
Baca Juga: Outstanding Kartu Kredit BCA Tumbuh 6,8% per Maret 2026 Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News