Bank bidik pertumbuhan kredit sindikasi besar



JAKARTA. Beberapa bank besar pada kuartal II 2017 ini menargetkan pertumbuhan kredit sindikasi yang cukup besar. Hal ini seiring dengan banyaknya proyek pemerintah yang akan dilakukan sebelum tengah tahun ini.

Herry Sidharta, Wakil Direktur Utama BNI mengatakan pada kuartal 2 2017, ada beberapa proyek infrastruktur yang sudah masuk pipeline.

“Salah satunya adalah proyek jalan tol dengan Jasa Marga, Waskita, dan Hutama Karya,” ujar Herry kepada KONTAN, Selasa (9/5).


Selain itu menurut Herry, BNI juga mengincar proyek jalan tol dalam kota dengan bekerja sama dengan Group Jaya. Beberapa sektor lain yang menjadi incaran BNI dalam sindikasi di antaranya adalah sektor properti dan perkebunan.

Jan Hendra, Sekretaris Perusahaan BCA menargetkan pada kuartal 2017, akan ikut dalam sindikasi sebesar Rp 4,5 triliun dari total proyek sebesar Rp 13,8 triliun.

“Beberapa sektor yang kami akan sasar dalam sindikasi pada kuartal 2 diantaranya adalah perkebunan, jalan tol dan multifinance,” ujar Jan Hendra kepada KONTAN, Selasa (9/5).

Royke Tumilaar, Direktur Bank Mandiri menargetkan komitmen kredit infrastruktur yang pada tahun bisa mencapai Rp 50 triliun. “Dari komitmen tersebut kami menargetkan bisa masuk salah satunya dari sindikasi sebesar Rp 20 triliun,” ujar Royke.

Beberapa proyek sindikasi yang diincar Mandiri pada 2017 ini di antaranya adalah proyek bandara, pelabuhan, dan pembangkit.

“Bandara yang menjadi target sindikasi pada tahun ini di antaranya adalah Ahmad Yani, Kulon Progo,” ujar Royke Selain itu untuk pelabuhan, Mandiri juga mengincar beberapa proyek seperti Makassar New Port, Belawan, Tanjung Priok dan Tanjung Perak.

Sebagai gambaran sampai kuartal 1 2017 lalu, dari tiga bank besar ini BNI mencatat realisasi sindikasi terbesar yaitu Rp 48,3 triliun disusul Mandiri Rp 42,9 triliun dan BCA sebesar Rp 10,5 triliun.

Muliaman Hadad, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku memang pada kuartal II banyak proyek besar terutama infrastruktur yang akan dieksekusi.

“Diharapkan hal ini bisa membantu target pertumbuhan kredit pada tahun ini,” ujar Muliaman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto