Bank BJB Proyeksikan Penyaluran Kredit Tumbuh Hingga 11% pada 2023



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Bank BJB optimistis penyaluran kredit tahun depan bisa lebih tinggi lagi dibandingkan 2022. Ini sejalan dengan target pertumbuhan kredit dari Bank Indonesia yang mencapai 10% hingga 12% secara tahunan atau year on year (yoy) di sepanjang 2023. 

Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi melihat 2023 masih akan memiliki banyak tantangan. Kendati demikian, Bank BJB tetap optimistis dan berharap penyaluran kredit bisa tumbuh di level 9% hingga 11% pada tahun depan. 

“Untuk breakdown per segmennya, kami saat ini dalam penyusunan rencana bisnis bank (RBB). RBB ini akan di submit kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) paling lambat akhir bulan ini,” ujar Yuddy kepada Kontan.co.id pada Kamis (3/11). 


Adapun sampai dengan 30 September 2022, kinerja Bank BJB beserta anak perusahaan mencatatkan pertumbuhan kredit 12% menjadi Rp 113,4 triliun, melalui proses bisnis yang baik sehingga Non Performing Loan Bank BJB berhasil ditekan lebih jauh pada level 1,1%, lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 1,3% dengan coverage ratio yang solid pada level 148,9%.

Baca Juga: Bank BJB Meraup Laba Rp2,2 Triliun pada Triwulan III 2022

Sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp116,3 triliun di dukung pertumbuhan dana murah. Dengan kinerja tersebut, tercatat total aset  tumbuh 6,9 % menjadi Rp170,2 triliun. Sedangkan laba bersih mampu tumbuh 23,3% menjadi Rp2,2 triliun. 

"Di tengah kenaikan suku bunga acuan, manajemen melakukan efisiensi pengelolaan likuiditas sehingga tekanan terhadap cost of fund dapat lebih terkendali," ucap Yuddy. 

Untuk menggenjot pertumbuhan bisnis ke depan, Bank BJB gencar melakukan sinergi melalui Kelompok Usaha Bank (KUB) dengan beberapa BPD berkinerja baik dan sehat. BJB sudah melakukan penyetoran modal tahap awal senilai Rp 100 miliar dan tengah menunggu perizinan dari OJK. 

“Bila berjalan dengan lancar seluruh proses akan rampung di tahun 2023. Sedangkan untuk Bank Sultra saat ini kami telah menandatangani Letter Of Intent (LOI) pada akhir September tahun 2022 lalu ,” jelas Yuddy.

Baca Juga: Bank BJB Kantongi Penghargaan pada ESG Disclosure Awards 2022

Bank BJB juga tidak menutup kemungkinan untuk dapat menjalin sinergi dengan BPD-BPD lainnya.

Selain itu, Bank BJB pun berencana untuk melakukan aksi korporasi penguatan permodalan khususnya Tier-1 baik melalui penerbitan saham baru, maupun surat utang perpetual yang dapat dikategorikan sebagai Tier-1 untuk mengimbangi rencana bisnis perseroan.

“Berbagai terobosan yang kami lakukan merupakan perwujudan komitmen kami untuk senantiasa memperbaiki kualitas dan kinerja untuk memperkuat eksistensi kami di dunia perbankan,” tegas Yuddy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli