Bank BJB Targetkan Peningkatan Fee Based Income dari Saluran Digital



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB) mendorong kenaikan pendapatan non bunga (fee based income) dari saluran digital.  Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi mengatakan, perusahaan dalam waktu dekat akan meluncurkan super apps untuk mengakselerasi digitalisasi dan mempercepat pelayanan.

"Nanti akan ada fitur untuk pengajuan kredit juga smart mobile banking, yang menggabungkan fitur konvensional dan layanan bagi segmen milenial," kata Yuddy, dalam laman resmi perseroan, Rabu (20/4).

Yuddy menjelaskan bahwa perusahaan melakukan transformasi digital untuk meningkatkan kinerja, memperluas pasar, dan mengefisienkan bisnis melalui pengembangan layanan digital untuk menjadi hybrid bank.


Bank BJB berhasil tetap tumbuh positif di tengah pandemi dengan meraih laba bersih sebesar Rp 2,02 triliun pada 2021 yang didukung portofolio bisnis yang sehat dengan rasio NPL hanya 1,24% dan pencadangan yang memadai dengan coverage 150,8%.

Baca Juga: Penyaluran Kredit BRI Diklaim Tumbuh Positif di Kuartal I 2022

Selain itu, total aset Bank BJB juga tumbuh positif pada angka 12,4% atau sebesar Rp 158,4 triliun dan menjadi yang terbesar di antara BPD di Indonesia atau termasuk ke dalam 14 besar di Industri perbankan Nasional.

"Bank BJB tetap tumbuh positif dan menjadi bank resilience karena ekspansif namun selektif. Berfokus pada bisnis tahan guncangan serta menyiapkan langkah besar menjadi elite bank," kata Yuddy.

Alasil, perusahaan meraih prestasi serta penghargaan-penghargaan dari berbagai lembaga. Penghargaan kali ini diraih Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi sebagai Best CEO in Regional Development Bank Category dalam event Indonesia Best CEO Awards 2022 (Employees' Choice) 3rd Anniversary. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi