Bank BSN Gelar Akad Massal 10.000 Pembiayaan, Mayoritas KPR Subsidi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) memperkuat bisnis pembiayaan perumahan sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan syariah melalui akad massal 10.000 pembiayaan secara serentak di seluruh Indonesia.

Kegiatan yang dipusatkan di Perumahan Pesona Prima 9 Cikahuripan, Bogor, Jawa Barat, Senin (24/8/2026), tersebut menjadi bagian dari rangkaian perayaan satu tahun Bank BSN beroperasi sebagai Bank Umum Syariah (BUS).

Baca Juga: Pembiayaan Syariah Adira Finance Tembus Rp5,4 Triliun hingga Juni 2026


Direktur Utama Bank BSN Alex Sofjan Noor mengatakan, 10.000 akad pembiayaan tersebut tidak hanya mencerminkan kinerja operasional perseroan, tetapi juga menjadi bentuk kontribusi dalam memenuhi kebutuhan hunian masyarakat.

"Bagi Bank BSN, 10.000 akad hari ini bukan sekadar angka. Di baliknya ada ribuan keluarga, pelaku usaha, harapan, dan cerita perjuangan untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik," kata Alex dalam keterangan yang diterima Kontan, Selasa (25/8/2026).

Menurut Alex, pertumbuhan bisnis perbankan perlu berjalan beriringan dengan peningkatan manfaat bagi masyarakat.

Direktur Consumer Banking Bank BSN Mochamad Yut Penta menambahkan, akad massal tersebut merupakan salah satu strategi perseroan untuk memperluas inklusi keuangan syariah.

"Akad massal ini adalah wujud nyata misi BSN untuk menghadirkan 10.000 kebahagiaan dan senyuman bagi keluarga Indonesia, yang salah satunya bisa mewujudkan impian memiliki rumah yang berkah," ujar Yut.

Baca Juga: KB Bank Ungkap DPK Valas Masih Tumbuh Positif

Mayoritas KPR Subsidi

Dari total 10.000 akad pembiayaan, mayoritas merupakan pembiayaan perumahan. KPR Subsidi menjadi porsi terbesar dengan 6.550 akad.

Selanjutnya, KPR Non-Subsidi mencapai 1.975 akad, pembiayaan non-KPR sebanyak 1.215 akad, dan pembiayaan komersial sebanyak 260 akad.

Dominasi KPR subsidi tersebut sejalan dengan posisi Bank BSN sebagai salah satu pemain utama dalam pembiayaan perumahan subsidi nasional.

Hingga Juli 2026, Bank BSN telah menyalurkan KPR Subsidi sebanyak 33.222 unit. Realisasi tersebut menempatkan BSN di posisi kedua secara nasional dengan pangsa pasar sekitar 24%.

Sementara itu, di industri perbankan syariah, Bank BSN menguasai sekitar 84% pangsa pasar KPR Subsidi.

Baca Juga: Insentif Likuiditas BI Diperbarui, Bank Mulai Atur Strategi Surat Utang

Aset Bank BSN Tumbuh 22,2%

Dari sisi kinerja keuangan, hingga 31 Juli 2026 Bank BSN mencatatkan total aset Rp 81,1 triliun. Nilai tersebut tumbuh 22,2% secara tahunan (year on year/YoY).

Pertumbuhan aset ditopang penyaluran total pembiayaan yang mencapai Rp 62 triliun, meningkat 25,7% yoy.

Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun Bank BSN juga tumbuh 14,8% yoy menjadi Rp 64,1 triliun.

Selain memperkuat pembiayaan perumahan, Bank BSN terus mengembangkan layanan digital melalui aplikasi mobile banking Bale Syariah by BSN.

Hingga akhir Juli 2026, aplikasi tersebut telah memiliki lebih dari 225.000 pengguna aktif dengan total transaksi lebih dari 2 juta kali.

Baca Juga: BRI Perluas Jaringan E-Channel, Tembus Lebih dari 621.000 Unit hingga Juli 2026

Volume transaksi melalui Bale Syariah mencapai Rp 4,88 triliun. Layanan tersebut mencakup pembayaran angsuran KPR, transaksi harian, QRIS, pembayaran zakat, infak dan sedekah, hingga pengisian saldo Kartu Multi Trip (KMT) KAI Commuter.

Untuk memperluas ekosistem bisnis, Bank BSN juga telah menggandeng lebih dari 4.000 pengembang perumahan dan 3.000 notaris.

Perseroan turut menjalin sinergi dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), BP Tapera, Danantara Indonesia, serta pemerintah daerah dalam pengembangan ekosistem perumahan dan keuangan syariah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News