Bank BSN Perkuat Sinergi dengan Ekosistem Muhammadiyah



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Syariah Nasional  (BSN) terus memperluas penetrasinya di industri perbankan syariah dengan memperkuat ekosistem syariah. Langkah ini menjadi bagian dari strategi Bank BSN untuk meningkatkan peran dan daya saingnya di tengah pertumbuhan industri keuangan syariah nasional.

Penguatan ekosistem dilakukan dengan memperluas sinergi dengan berbagai pihak, termasuk pelaku usaha, komunitas, serta institusi yang memiliki keterkaitan dengan sektor syariah. Melalui kolaborasi, BSN berupaya menghadirkan layanan keuangan syariah yang lebih mudah diakses dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Terbaru, bank ini menggelar Muhammadiyah Ecosystem Acceleration 2026 di Lampung, yang bertujuan mempercepat akuisisi Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM).


Direktur Utama Bank BSN Alex Sofjan Noor mengatakan Lampung memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang Sumatera sekaligus menyimpan potensi besar bagi pengembangan ekosistem AUM, mulai dari perguruan tinggi, rumah sakit, sekolah, hingga jaringan bisnis UMKM.

Baca Juga: Bank BSN Perkuat Ekosistem Keuangan Syariah di Pesantren

"Hubungan Bank BSN dan Muhammadiyah bukan sekadar kemitraan bisnis biasa. Kami ingin hadir bukan sekadar sebagai penyedia produk perbankan, melainkan sebagai mitra ekosistem yang tumbuh bersama Muhammadiyah secara berkelanjutan," kata Alex dalam keterangannya, Kamis (3/9/2026).

Menurut Alex, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas sejumlah nota kesepahaman dan kerja sama antara Bank BSN dan Muhammadiyah. Kolaborasi dimulai melalui penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah pada 24 Februari 2026 dan dilanjutkan dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pemanfaatan Jasa Layanan Perbankan Syariah pada 12 Juni.

Kerja sama tersebut mulai menunjukkan hasil, salah satunya melalui realisasi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Syariah hingga 1.000 unit bagi warga dan kader Muhammadiyah.

Untuk mengoptimalkan potensi ekonomi AUM di Lampung, Bank BSN juga meluncurkan sejumlah program yang menyasar lima segmen utama dalam ekosistem perguruan tinggi dan AUM Muhammadiyah.

Untuk pilar institusi, Bank BSN menawarkan Giro PPO untuk penempatan dana operasional kampus yang dapat mendukung renovasi fasilitas, serta pembiayaan investasi dan modal kerja. Bagi dosen dan karyawan, tersedia integrasi payroll, Pembiayaan Multimanfaat tanpa agunan, Cicil Emas, hingga KPR Syariah.

Baca Juga: BSN Bidik Aset Rp 87 Triliun pada Akhir Tahun 2026

Bagi mahasiswa, Bank BSN menyediakan kemudahan transaksi melalui aplikasi Bale Syariah, integrasi ZIS bersama Lazismu, serta program magang industri BSN Young Islamic Banker Academy. Sementara bagi usaha kampus dan AUM lainnya, Bank BSN mendukung pembayaran digital melalui QRIS dan EDC, pembiayaan modal kerja tenant, serta layanan bagi RSUM, sekolah, dan pondok pesantren.

Ekspansi ke jaringan Muhammadiyah didukung kinerja keuangan yang solid. Hingga Juli 2026, aset Bank BSN mencapai Rp81,1 triliun, tumbuh 22,2% secara tahunan.  Pembiayaan meningkat 25,7% menjadi Rp62 triliun, sedangkan DPK tumbuh 14,8% menjadi  Rp64,1 triliun. 

Di sisi digital, Bale Syariah by BSN telah memiliki lebih dari 225.000 pengguna aktif, dengan 2 juta transaksi senilai Rp 4,88 triliun hingga Juli 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News