Bank BUMN janji tak saling sikut di kredit UMKM



JAKARTA. Kelompok bank BUMN saling bergandengan tangan menyalurkan kredit usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) karena potensi sangat besar. Tardi, Direktur Mikro dan Bisnis Bank Mandiri menyampaikan, pihaknya dengan bank-bank BUMN membuat kesepakatan agar berkoordinasi tanpa mencaplok bisnis UMKM lawan.

“Misalnya, satu kecamatan ada porsi untuk nasabah Mandiri atau bank BUMN lainnya,” kata Tardi, di DPR RI, Rabu (8/4).

Tahun 2015, bank berlogo pita emas ini membidik pertumbuhan kredit mikro sebesar 30% dengan plafon pinjaman Rp 25 juta-Rp 30 juta per nasabah, sedangkan kredit menengah tumbuh 18%.


Tardi bilang, permintaan kredit mikro masih sangat besar di beberapa wilayah. Misalnya, Mandiri menggelontorkan kredit mikro baru sebesar Rp 3 triliun-Rp 3,1 triliun per bulan, serta memperoleh nasabah baru sebanyak 60.000 - 65.000 per bulan. Sutanto, Direktur Business Banking II Divisi UMKM Bank Negara Indonesia (BNI), menjelaskan, pihaknya mempunyai standar plafon yang besar untuk kredit UMKM, seperti minimal pinjaman di atas Rp 500 juta, sehingga BNI tidak saling sikut-sikutan dengan bank berpelat merah lainnya. “Kami tidak saling membajak atau mengambil nasabah milik bank lain,” ucapnya.

Bank berlogo 46 ini membidik penyaluran kredit untuk UMKM sebesar Rp 15 triliun sehingga outstanding kredit akan mencapai Rp 92 triliun pada akhir tahun 2015, atau tumbuh 19% dari realisasi kredit sebesar Rp 77 triliun pada akhir tahun 2014.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Uji Agung Santosa