KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank CIMB Niaga Tbk (
BNGA) mencatat kenaikan biaya kredit atau
cost of credit (CoC) pada kuartal I-2026 ke level 0,79% dari 0,46% di kuartal I-2025, dan naik dari 0,38% di kuartal IV-2025. Presiden Direktur CIMB Niaga, Lani Darmawan, mengatakan peningkatan CoC dibandingkan kuartal IV-2025 dipicu oleh klasifikasi
loan recovery dalam pencatatan akuntansi. “Untuk kenaikan CoC di kuartal I tahun ini dibandingkan kuartal IV tahun lalu, itu karena klasifikasi
loan recovery secara akunting. Sifatnya
one-off, sehingga terlihat naik tinggi. Namun secara
normalized tetap stabil di bawah 1%,” ujarnya kepada kontan.co.id, Senin (4/5).
Baca Juga: CIMB Niaga Telah Terbitkan 3 Juta Lebih Kartu Kredit pada Kuartal I-2026 Ia menegaskan, secara keseluruhan kualitas aset perseroan masih terjaga dengan baik. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) tercatat sebesar 1,89%, lebih rendah dibandingkan rata-rata industri.
Di sisi lain, rasio pencadangan terhadap kredit bermasalah (NPL coverage) berada di level 176,2%. Meskipun mengalami sedikit penurunan, Lani memastikan level tersebut masih tergolong sehat. “Secara total, kualitas aset kami tetap baik dan sehat,” tambahnya. Untuk proyeksi ke depan, CIMB Niaga akan terus memantau perkembangan pasar secara cermat di tengah dinamika ekonomi global dan domestik. Perseroan juga menegaskan tidak melihat tekanan signifikan terhadap kualitas kredit dalam jangka pendek.
Baca Juga: Bank CIMB Niaga Catatkan Perbaikan Rasio Kredit Macet UMKM di Kuartal III-2025 Adapun dari sisi strategi, bank akan tetap mengedepankan pertumbuhan yang
prudent dengan fokus pada penguatan pendapatan berbasis komisi (fee based income). “Fokus kami saat ini adalah tumbuh dengan berhati-hati dan memperkuat
fee income,” jelas Lani. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News