KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank CIMB Niaga memperkirakan pertumbuhan penyaluran kredit pada kuartal I-2026 masih akan bergerak terbatas. Kondisi animo investasi usaha dan daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih menjadi faktor penahan ekspansi kredit di awal tahun. Presiden Direktur & CEO CIMB Niaga Lani Darmawan menyampaikan, pertumbuhan kredit pada periode tersebut diproyeksikan berada di bawah 5%.
“Kami melihat masih akan relatif
mild di bawah 5%,” tulis Lani kepada Kontan, Minggu (1/3/2026).
Baca Juga: OJK Beberkan Tantangan Industri Asuransi, dari Bencana Alam hingga Spin Off Syariah Optimistis Semester II Meski pertumbuhan awal tahun diperkirakan moderat, manajemen tetap optimistis kinerja penyaluran dana akan meningkat memasuki semester II-2026. Hal ini ditopang oleh kualitas aset yang terjaga. Rasio kredit bermasalah (
non-performing loan/NPL) CIMB Niaga tercatat rendah di level 1,8%. Dengan kondisi tersebut, ruang ekspansi dinilai masih terbuka selama risiko tetap terkendali. “Seluruh segmen relatif baik asset quality-nya,” ujar Lani. Ke depan, CIMB Niaga berharap muncul sentimen positif baik dari dalam negeri maupun global yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat permintaan kredit.
Baca Juga: ICT Institute: Ketidakpastian Global Tekan Industri Modal Ventura Kredit Perbankan Nasional Tumbuh Di sisi regulator, Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan kredit perbankan nasional tetap solid pada awal tahun. Berdasarkan data uang beredar, kredit perbankan tumbuh 10,2% secara tahunan (
year on year/YoY) menjadi Rp 8.416,4 triliun per Januari 2026.
Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan Desember 2025 yang tercatat 9,3% (yoy). Untuk sepanjang 2026, BI memproyeksikan pertumbuhan kredit berada di kisaran 8%–12%. Meski demikian, sejumlah bank masih memilih bersikap hati-hati pada awal tahun sambil mencermati dinamika ekonomi domestik dan global. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News