Bank daerah didorong tingkatkan pembiayaan mikro



KONTAN.CO.ID - SEMARANG. Bank Pembangunan Daerah (BPD) diharapkan bisa meningkatkan pembiayaan di sektor mikro. Peningkatan pembiayaan mikro ini penting sebagai upaya peningkatkan ekonomi masyarakat.

Kresno Sediarsi, Ketua Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) bilang pengembangan pembiayaan mikro ini sejalan dengan peran BPD dalam pengembangan ekonomi masyarakat.

"Untuk itu BPD harus meningkatkan diri dalam hal kompetensi dalam kapabilitas dan kapasitas dalam penyaluran pembiayaan mikro," kata Kresno, dalam acara The 1st Indonesia International Microfinance Forum 2017 (IIMF 2017), Sabtu (18/11).


Dengan peningkatan pembiayaan mikro ini juga diharapkan pertumbuhan ekonomi di daerah bisa berkembang. Untuk mengembangkan kredit mikro, Asbanda bersama OJK telah bekerjasama dengan bank mikro terbesar di Jerman, Sparkassen.

Saat ini sudah ada 6 BPD yang bekerjasama dengan Sparkassen, antara lain Bank Jateng dan Bank DIY. Ke depan, diharapkan akan ada 12 BPD lagi yang ikut dalam kerjasama pengembangan kompetensi penyaluran kredit mikro BPD ini.

Menurut Kresno, dalam mengembangkan kompetensi penyaluran kredit mikro, BPD memerlukan upaya pendampingan dan pengembangan.

Wimboh Santoso, Ketua Dewan Komisioner OJK bilang akan memperbanyak instrumen dalam pembiayaan sektor mikro. "Lembaga pembiayaan mikro seperti BPD dan BPR akan didorong untuk lebih dalam masuk ke pembiayana mikro," kata Wimboh.

Dalam penyaluran kredit mikro, menurut Wimboh yang menjadi perhatian regulator saat ini adalah terkait bunga yang masih tinggi.

Supriyatno, Direktur Utama Bank Jateng bilang untuk meningkatkan penetrasi kredit mikro ke masyarakat, bank berusaha memberikan akses cepat bunga rendah. "Produk kredit mikro Bank Jateng yaitu Mitra Jateng 25 memberikan kemudahan terkait agunan," kata Nano sapaan akrabnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia