Bank Danamon Bukukan Laba Bersih Rp 4 Triliun pada 2025



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Danamon Indonesia Tbk mencatat kinerja keuangan konsolidasian positif sepanjang 2025.

Dari sisi profitabilitas, Danamon membukukan laba bersih konsolidasian setelah pajak sebesar Rp 4 triliun pada 2025, naik 14% secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya.

Laba operasional sebelum pencadangan (PPOP) tercatat Rp9,6 triliun atau tumbuh 4% YoY, didukung pertumbuhan pendapatan operasional dan pengelolaan biaya yang lebih efisien.


Chief Financial Officer Danamon Theresia Adriana menyampaikan, raihan laba tersebut mencerminkan pertumbuhan pendapatan operasional yang solid.

Adapun, biaya kredit (cost of credit) membaik sekitar 10% YoY, sementara margin bunga bersih (NIM) berada di level 7,7%.

Baca Juga: Kapan QRIS Tap Bisa Digunakan di iPhone? Begini Penjelasan BI

Dari sisi intermediasi, total kredit dan trade finance konsolidasian Danamon mencapai Rp212,7 triliun atau tumbuh 9% secara tahunan (year-on-year/YoY).

"Pertumbuhan kredit terjadi di seluruh lini bisnis, mulai enterprise banking, financial institutions, SME banking, consumer banking hingga pembiayaan otomotif," ujar Theresia saat paparan kinerja perseroan, Kamis (19/2).

Kinerja tersebut turut memperhitungkan dampak penggabungan antara Mandala Multifinance Tbk dan Adira Dynamika Multifinance Tbk yang efektif sejak 1 Oktober 2025.

Di sisi pendanaan, DPK konsolidasian tumbuh 16% YoY menjadi Rp176,9 triliun. Peningkatan terutama ditopang dana murah (CASA) yang naik 18% YoY menjadi Rp75,2 triliun.

Dari sisi kualitas aset, rasio loan at risk (LAR) membaik menjadi 8,3% atau turun sekitar 230 basis poin YoY. Rasio kredit bermasalah (NPL) juga menurun menjadi 1,7% dengan coverage ratio mencapai 280,7%.

Likuiditas dan permodalan bank juga tetap solid. Rasio likuiditas (LCR) tercatat 158,9%, net stable funding ratio (NSFR) 117,9%, serta rasio kecukupan modal (KPMM) konsolidasian sebesar 25,4%.

Jika mengecualikan dampak penggabungan multifinance tersebut, kredit Danamon tercatat Rp206,9 triliun atau tetap tumbuh 9% YoY. Sementara laba bersih tercatat Rp3,9 triliun, meningkat 21% YoY dengan pendapatan operasional mencapai Rp19,5 triliun.

"Kinerja 2025 mencerminkan fundamental bisnis yang tetap kuat di tengah dinamika ekonomi, dengan fokus menjaga kualitas aset, likuiditas, serta pertumbuhan berkelanjutan pada 2026," imbuhnya.

Baca Juga: OJK Optimistis Sektor Keuangan Berlanjut Tumbuh Positif Tahun Ini

Selanjutnya: PGEO Siap Groundbreaking Green Data Center, Incar Microsoft

Menarik Dibaca: BI Mempertahankan Bunga 4,75%, Bagaimana Dampaknya Untuk Pasar Saham?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: