KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) optimistis mampu mempertahankan pertumbuhan kredit hingga akhir 2026 di tengah tantangan likuiditas, tren suku bunga tinggi, dan ketidakpastian ekonomi. Perseroan akan mengandalkan sinergi dengan MUFG Group serta memperkuat pembiayaan di sejumlah ekosistem bisnis sebagai motor pertumbuhan. Sebagai gambaran, hingga semester I-2026 Danamon membukukan penyaluran kredit dan
trade finance konsolidasian sebesar Rp 230,1 triliun atau tumbuh 12% secara tahunan (
year on year/YoY).
Baca Juga: Kantongi Persetujuan OJK, Bank Danamon Resmi Mengangkat Komisaris Baru Chief Financial Officer Bank Danamon Theresia Adriana Widjaja mengatakan, perseroan berkomitmen menjaga momentum pertumbuhan kredit sepanjang tahun ini sejalan dengan perkembangan industri perbankan. "Kami berkomitmen untuk terus menjaga pertumbuhan kredit sepanjang 2026 sejalan dengan pertumbuhan industri. Upaya tersebut akan terus didukung dengan memastikan kualitas aset tetap terjaga," ujar Theresia saat paparan kinerja perseroan beberapa waktu lalu. Menurutnya, Danamon terus memantau berbagai tantangan yang dihadapi industri perbankan pada tahun ini, mulai dari kondisi sosial ekonomi, likuiditas, tren suku bunga, hingga perubahan preferensi dan kebutuhan nasabah. Meski demikian, perseroan tetap melihat peluang ekspansi kredit masih terbuka. Untuk itu, Danamon akan mengoptimalkan sinergi dalam ekosistem MUFG Group sebagai salah satu keunggulan kompetitif perseroan. Selain itu, Danamon akan memperkuat pertumbuhan dari empat lini bisnis utamanya, yakni
Enterprise Banking and Financial Institution (EBFI),
Consumer Banking, SME Banking, serta kontribusi dari anak perusahaan. "Kami juga terus berkomitmen mengedepankan prinsip kehati-hatian serta memperbaiki proses penyaluran kredit kepada nasabah," kata Theresia. Di samping memperkuat bisnis inti, Danamon juga akan terus membangun dominasi pada sejumlah ekosistem yang menjadi fokus perseroan. Beberapa di antaranya adalah ekosistem otomotif, haji dan umrah, serta f
ast moving consumer goods (FMCG).
Perseroan juga memperluas kolaborasi dengan pelaku properti asal Jepang (Japanese Real Estate) serta memanfaatkan jaringan dan proposisi bisnis MUFG untuk memperbesar peluang pembiayaan. Dengan strategi tersebut, Danamon optimistis mampu menjaga pertumbuhan kredit sekaligus mempertahankan kualitas aset di tengah dinamika industri perbankan sepanjang 2026.
Baca Juga: Dorong Kinerja, Bank Raya Genjot Literasi Keuangan Digital Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News