Bank DBS Akui Permintaan Special Rate Deposito Meningkat, Ini Rinciannya



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank DBS Indonesia mengakui permintaan suku bunga khusus (special rate) deposito dari nasabah besar mulai meningkat seiring kenaikan suku bunga acuan.

Meski demikian, porsi deposito yang memperoleh special rate masih relatif kecil, yakni kurang dari 10% dari total portofolio deposito perseroan.

Head of Segmentation & Liabilities Consumer Banking Group Bank DBS Indonesia, Natalina Syabana mengatakan, peningkatan permintaan special rate merupakan respons atas kenaikan suku bunga acuan sekaligus upaya bank menjaga daya saing dalam menghimpun dana.


Baca Juga: BTN Resmi Ambil Alih Portofolio Kredit Pensiun SMBC Indonesia

"Ya, permintaan special rate dari nasabah sudah mulai tinggi di Bank DBS Indonesia, sejalan dengan kenaikan suku bunga acuan. Hal ini dilakukan untuk mempertahankan daya saing bank," ujar Natalina kepada Kontan, Senin (29/6).

Ia menjelaskan, besaran special rate yang diberikan bervariasi bergantung pada nominal penempatan deposito dan profil nasabah. Adapun selisih bunga khusus tersebut dapat mencapai maksimal 85 basis poin (bps) di atas suku bunga acuan yang berlaku.

Meski tren permintaan meningkat, Natalina menegaskan kontribusi deposito dengan special rate masih terbatas.

"Saat ini, besaran deposito yang diberikan tingkat bunga spesial kurang dari 10% dari total portofolio deposito, di mana sebagian besar deposan merupakan nasabah segmen prioritas bank," katanya.

Di sisi lain, DBS Indonesia juga telah menyesuaikan suku bunga deposito secara bertahap mengikuti kenaikan suku bunga acuan. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga daya saing perseroan dalam menghimpun dana pihak ketiga (DPK).

"Suku bunga deposito sudah mengalami kenaikan, sejalan dengan kenaikan suku bunga acuan dan juga untuk menjaga daya saing," imbuhnya.

Ke depan, Natalina memperkirakan penyesuaian bunga deposito masih akan berlangsung mengikuti arah kebijakan suku bunga Bank Indonesia. Namun, perseroan tetap akan menjaga keseimbangan antara daya saing produk simpanan dengan profitabilitas dan kesehatan bank.

Baca Juga: BTN Resmi Ambil Alih Portofolio Kredit Pensiun SMBC Indonesia

"Bank akan terus menyesuaikan suku bunga secara berkala sejalan dengan perubahan suku bunga acuan. Hal ini merupakan salah satu strategi bank untuk tetap dapat memberikan produk dan layanan bagi nasabah, namun tetap mempertimbangkan profitabilitas dan tingkat kesehatan bank," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News