KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kolaborasi industri perbankan dan perusahaan
financial technology (fintech)
lending masih menjadi salah satu strategi untuk memperluas akses pembiayaan masyarakat. Terbaru, Bank DBS Indonesia memperkuat kerjasama penyaluran pinjaman melalui skema
channeling dengan penyelenggara RupiahCepat. Direktur RupiahCepat, Anna Maria Chosani mengatakan, kerjasama yang telah terjalin sejak tahun lalu tersebut bagian dari langkah strategis memperkuat layanan pembiayaan digital.
"Peningkatan kerjasama ini mencerminkan kepercayaan terhadap komitmen kami dalam menjaga kepatuhan, kualitas layanan dan perlindungan konsumena," ujarnya dalam keterangan resmi,Senin (8/6). Kerja sama RupiahCepat dengan Bank DBS Indonesia membuka akses pembiayaan bagi masyarakat umum, pelaku usaha mikro, wiraswasta, hingga
freelancer di berbagai wilayah Indonesia.
Baca Juga: Dunia Usaha Menggeliat, Kredit Modal Kerja Bank Tumbuh Membaik pada April 2026 Kerjasama itu juga disebut membantu memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat yang belum sepenuhnya terjangkau oleh layanan keuangan konvensional.
Head of CBG Ecosystem and Digital, Consumer Banking Group Bank DBS Indonesia, Willy Lawy mengatakan kemitraan dengan RupiahCepat bagian dari upaya perusahaan dalam mendorong inklusi keuangan. "Melalui kolaborasi pendanaan ini, kami berkomitmen memberdayakan individu dan memperluas akses mereka ke layanan finansial esensial Sehingga secara signifikan meningkatkan kapabilitas pembiayaan RupiahCepat," kata Willy.
Kedua pihak mengedepankan prinsip kepatuhan dan perlindungan konsumen melalui penerapan manajemen risiko, transparansi biaya pinjaman, sistem manajemen keamanan informasi, serta keterbukaan informasi kepada pengguna sesuai ketentuan regulator. Langkah tersebut sejalan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), termasuk Peraturan OJK Nomor 40 Tahun 2024 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI). Hingga saat ini, total penyaluran pinjaman kumulatif di platform RupiahCepatmencapai lebih dari Rp 40 triliun. Adapun jumlah pengguna melampaui 7 juta. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News