Bank Digital Kolaps, 3 Juta Nasabah Paraguay Terdampak hingga Presiden Mundur
Jumat, 06 November 2026 06:13 WIB
Oleh: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - ASUNCION. Krisis perbankan digital di Paraguay berujung pada pengunduran diri Presiden Santiago Peña. Runtuhnya bank digital Ueno membuat sekitar 3 juta nasabah kehilangan akses ke rekening mereka, sekaligus memicu tekanan politik terhadap pemerintah. Peña mengumumkan pengunduran dirinya pada Kamis (5/11/2026), di tengah desakan oposisi yang mulai menggelar proses pemakzulan di parlemen.
Keputusan tersebut juga terjadi setelah sejumlah anggota partainya sendiri menarik dukungan menjelang pembahasan pemakzulan. Dalam pernyataan melalui rekaman video, Peña mengatakan pengunduran dirinya dilakukan demi menjaga stabilitas negara, perdamaian sosial, dan keberlangsungan institusi demokrasi. Baca Juga: Paraguay Diguncang Krisis Bank Digital, 3 Juta Nasabah Tak Bisa Akses Rekening Krisis Ueno tidak hanya mengguncang pemerintahan, tetapi juga merusak kepercayaan terhadap sistem keuangan Paraguay. Bank sentral sebelumnya turun tangan setelah menemukan Ueno melanggar persyaratan minimum solvabilitas. Dampaknya cukup besar. Ueno memiliki sekitar 3 juta nasabah di negara berpenduduk 6,5 juta jiwa. Artinya, hampir separuh penduduk Paraguay terdampak karena tidak dapat mengakses rekening mereka. Ueno sebelumnya berkembang pesat dari perusahaan teknologi finansial berskala kecil menjadi bank menengah. Lembaga tersebut juga mengelola dana publik hampir US$ 850 juta. Kasus ini turut menyeret sejumlah pejabat dan petinggi bank. Kepala bank sentral Paraguay telah mengundurkan diri, sementara delapan eksekutif Ueno ditahan setelah menyerahkan diri kepada aparat. Pengadilan juga memerintahkan pembekuan aset mereka, dan sebagian di antaranya dikenai tahanan rumah. Tekanan terhadap Peña semakin besar karena ia memiliki hubungan bisnis sebelumnya dengan bank tersebut. Peña pernah menjadi pemegang saham Grupo Vázquez, kelompok usaha yang memiliki Ueno hingga Maret 2025.
Kepala bank sentral Paraguay mengundurkan diri atas permintaan presiden di tengah krisis lembaga pem
Baca Juga: Bunga Deposito Bank Digital Masih Tinggi, Ada yang Mencapai 9% Sejumlah anggota parlemen menuding Peña terlibat konflik kepentingan, penyalahgunaan dana pensiun, serta upaya menutupi persoalan kelembagaan terkait keruntuhan Ueno. Namun, Peña berulang kali membantah adanya hubungan yang tidak semestinya dan menyebut persoalan tersebut berawal dari masalah teknis serta regulasi. Dalam pernyataannya, Peña menegaskan bahwa perlindungan dana nasabah dan uang publik harus menjadi prioritas. "Keinginan terbesar saya adalah memastikan pengembalian dana tersebut," kata Peña. Meski Peña telah menyatakan mundur, proses politik belum sepenuhnya selesai. Majelis rendah parlemen menyetujui pemakzulan terhadap Peña dan menolak usulan pemakzulan terhadap Wakil Presiden Pedro Alliana, yang menjadi calon penggantinya. Keputusan tersebut selanjutnya dibawa ke Senat untuk diproses. Pengunduran diri Peña juga harus mendapat pengesahan Senat. Proses persidangan pemakzulan berpotensi menunda pelantikan Alliana sebagai presiden.
Baca Juga: Bank Digital Tahan Suku Bunga Deposito Meski BI Rate Naik Krisis ini turut memengaruhi persepsi investor terhadap Paraguay yang selama ini dikenal sebagai tujuan investasi relatif stabil, terutama bagi investor dari Brasil. Harga obligasi internasional pemerintah Paraguay pun merosot setelah kabar pengunduran diri Peña mencuat. JPMorgan menilai persoalan Ueno dengan cepat berkembang menjadi krisis politik. Risiko terhadap sistem keuangan yang lebih luas akan sangat bergantung pada kecepatan dan transparansi respons pemerintah dalam menangani kasus tersebut.
Presiden Paraguay Pena berbicara dalam sebuah wawancara dengan Reuters, di Asuncion