KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri bank digital di Indonesia mulai menghadapi tantangan baru dalam menjaga pertumbuhan bisnis. Di tengah ekspansi yang masih berlangsung, kemampuan menghasilkan laba secara berkelanjutan kini menjadi tolok ukur utama keberhasilan bank digital. Perbedaan kinerja profitabilitas sejumlah bank digital pada kuartal III-2026 menunjukkan bahwa industri ini mulai memasuki fase yang lebih selektif. PT Bank Jago Tbk (ARTO) mencatatkan pertumbuhan laba sebesar 49,69% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 298,08 miliar. Sementara itu, laba PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) melonjak 398,77% yoy menjadi Rp 299,89 miliar.
Bank Digital Mulai Diuji, Tak Cukup Lagi Hanya Mengandalkan Pertumbuhan Nasabah
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri bank digital di Indonesia mulai menghadapi tantangan baru dalam menjaga pertumbuhan bisnis. Di tengah ekspansi yang masih berlangsung, kemampuan menghasilkan laba secara berkelanjutan kini menjadi tolok ukur utama keberhasilan bank digital. Perbedaan kinerja profitabilitas sejumlah bank digital pada kuartal III-2026 menunjukkan bahwa industri ini mulai memasuki fase yang lebih selektif. PT Bank Jago Tbk (ARTO) mencatatkan pertumbuhan laba sebesar 49,69% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 298,08 miliar. Sementara itu, laba PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) melonjak 398,77% yoy menjadi Rp 299,89 miliar.
TAG: