Bank Digital Terus Kembangkan PayLater



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PayLater mulai bergeser dari yang biasanya digunakan untuk pembelian barang mahal menjadi alat pembayaran kebutuhan sehari-hari nasabah. Perubahan pola penggunaan ini ikut dimanfaatkan bank digital untuk mengembangkan bisnis kredit mereka.

Data Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat outstanding Buy Now Pay Later (BNPL) perbankan mencapai Rp 31,56 triliun per Juli 2026, tumbuh 31,22% secara tahunan atau year on year (yoy).

Pertumbuhan ini memang melambat dari bulan sebelumnya yang mencapai 33,54% yoy. Namun, jumlah rekening BNPL justru naik menjadi sekitar 33,55 juta rekening, dari 32,77 juta rekening pada Juni 2026.


Baca Juga: AAUI: Ketentuan Ekuitas Minimum Perlu Melihat Kondisi Aktual Industri Asuransi

PT Allo Bank Indonesia Tbk mencatat jumlah pengguna Allo PayLater telah mencapai lebih dari 2,3 juta hingga semester I-2026.

Digital Strategy Head Allo Bank Destya D. Pradityo mengatakan, outstanding pembiayaan PayLater juga masih tumbuh lebih dari 20% yoy.

Menurut Destya, nasabah kini menggunakan Allo PayLater untuk kebutuhan yang lebih beragam, mulai dari makanan dan minuman, kebutuhan rumah tangga, kesehatan, hiburan hingga transaksi ritel.

"PayLater tidak lagi semata-mata digunakan untuk pembelian barang bernilai besar, tetapi semakin menjadi alternatif pembayaran yang memberikan fleksibilitas dalam mengatur cash flow untuk kebutuhan sehari-hari," kata Destya kepada Kontan, Kamis (10/9/2026).

Karena itu, Allo Bank memperbanyak kerja sama dengan merchant dan memanfaatkan data serta teknologi untuk menilai kelayakan nasabah, mengatur limit dan memantau risiko.

Adapun kualitas aset Allo Bank tetap terjaga. Pada semester I-2026, NPL gross tercatat 1,73% dan NPL net 0,73%, sementara total kredit tumbuh 28% YoY menjadi Rp 9,55 triliun.

PT Bank Jago Tbk juga mengembangkan pembiayaan untuk kebutuhan transaksi sehari-hari lewat fitur Kantong Dana Siaga. Fitur ini bisa digunakan ketika saldo nasabah tidak cukup untuk melakukan pembayaran melalui QRIS maupun kartu debit.

Baca Juga: Kartu BRI Debit FC Barcelona, Wujudkan Mimpi Nonton di Spotify Camp Nou

Dana yang terpakai kemudian bisa dibayar secara cicilan dengan pilihan tenor 1, 3, atau 6 bulan.

Direktur Bank Jago Supranoto Prajogo mengatakan, Kantong Dana Siaga yang diluncurkan pada 2025 kini penggunanya telah mendekati 70.000 nasabah hingga semester I 2026. Total pembiayaan sekitar 3% dari total kredit Bank Jago.

"Memang kami tidak sangat agresif memberikan kredit ini kepada nasabah-nasabah retail," ujar Supranoto dalam Public Expose Live 2026, Kamis (10/9/2026).

Supranoto mengatakan Bank Jago masih mempelajari perilaku nasabah dari segmen yang dipilih sebelum memperluas penyaluran. Bank Jago juga secara bertahap menyesuaikan kriteria nasabah berdasarkan hasil evaluasi untuk menjaga kualitas kredit.

Adapun pada semester I-2026, penyaluran kredit Bank Jago mencapai Rp 26,6 triliun, tumbuh 24% yoy dari Rp 21,4 triliun. Sementara itu, NPL gross tercatat di level 0,8%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News