KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank DKI terus memacu ekspansi penyaluran kredit di segmen. Per Juni 2024, outstanding kredit bank ini telah mencapai Rp 53,55 triliun. Capaian tersebut tumbuh sebesar 6,88% secara tahunan atau year on year (yoy). Pertumbuhan kredit tersebut terutama ditopang oleh segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang meningkat hingga 27,9% secara tahunan menjadi Rp 3,81 triliun. “Pertumbuhan kredit dan pembiayaan segmen UMKM ini mendorong peningkatan proporsi kredit UMKM secara kumulatif menjadi sebesar 10,11% dari total kredit dan pembiayaan Bank DKI ,” kata Direktur Utama Bank DKI, Agus H. Widodo, dalam keterangan resminya, Senin (5/8).
Sementara kredit konsumer tumbuh sebesar 9,05% yoy menjadi Rp 22,83 triliun. Adapun segmen komersial hanya tumbuh 1,48% menjadi Rp23,41 triliun karena perseroan selektif menyalurkan kredit kepada perusahaan Bonafide multinasional dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Baca Juga: Laba Tumbuh 5,38% di Semester I, Dirut Bank CIMB Niaga (BNGA) Beberkan Pendorongnya Agus mengatakan, strategi perseroan dalam melakukan ekspansi adalah dengan memprioritaskan pada penyaluran kredit secara berkualitas dan mengutamakan prinsip kehati-hatian. Salah satu fokus Bank DKI adalah segmen UMKM Disamping mendorong ekspansi secara hati-hati, Bank DKI juga terus mengoptimalkan kegiatan Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan perusahaan (TJSL). Terbaru, bank ini memberikan bantuan berupa nutrisi dan sembako kepada 80 anak yang hidup dengan HIV (ADHIV) melalui Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi DKI Jakarta. Agus mengatakan, inisiatif tersebut merupakan salah satu wujud tanggung jawab sosial perusahaan dan diharapkan dapat meringankan beban keluarga yang terdampak dan memberikan dukungan bagi kesehatan mereka. Selain memberikan bantuan, kata Agus, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya dukungan terhadap anak-anak yang hidup dengan HIV.