Bank DKI pimpin kredit 6 ruas tol Jakarta



JAKARTA. Bank Pembangunan Daerah DKI (Bank DKI) bersama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan menjadi leader dalam penyaluran kredit sindikasi pembiayaan proyek infrastruktur pembangunan enam ruas jalan tol dalam kota DKI Jakarta. Direktur Utama Bank DKI, Eko Budiwiyono mengungkapkan, Bank DKI bersama dengan Bank Mandiri akan menjadi lead untuk proyek infrastruktur yang bernilai Rp 42 triliun tersebut.

Eko menuturkan, skema penyaluran kredit sindikasi pembiyaan pembangunan enam ruas jalan tol dalam kota DKI Jakarta itu, akan dikucurkan secara bertahap. Meski begitu, Bank DKI belum mengetahui besaran nominal kredit yang akan disalurkan ke proyek tersebut pertahunnya.

"Struktur dan porsi pembiayaan proyek enam ruas tol dalam kota DKI Jakarta, belum ditentukan. Jadi kami belum mengetahui porsi pembiayaan berapa persen. Tapi yang pasti, Bank DKI bersama dengan Bank Mandiri akan menjadi lead untuk kredit sindikasi enam ruas jalan tol di Jakarta ini," kata Eko di Jakarta, Senin (13/4).


Dengan banyaknya proyek infrastruktur yang turut dibiayai oleh Bank DKI, maka bank milik pemerintah provinsi DKI Jakarta itu menargetkan pertumbuhan penyaluran kredit mencapai 22%. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan arahan regulator perbankan yaitu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) yang menargetkan pertumbuhan kredit di level 15%-17%.

"Kami memang punya rencana-rencana bisnis tertentu agar bisa meningkatkan pertumbuhan kredit. Jakarta butuh infrastruktur, jadi kami akan banyak menyalurkan pembiayaan sektor infrastruktur," ucapnya.

Catatan saja, rencana pembangunan enam ruas jalan tol dalam kota DKI Jakarta terus bergulir, setelah perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) ditandatangani pada Juli 2014. Saat ini, PT Jakarta Tollroad Development (JTD) tengah menyiapkan pendanaan untuk proyek ini.

Targetnya, pendanaan untuk proyek jalan tol ini bisa rampung pada bulan April atau Mei tahun ini. PT JTD tengah mencari sumber pembiayaan untuk proyek jalan tol sepanjang 69,7 kilometer ini. Maklum, dari total investasi proyek sebesar Rp 42 triliun, sekitar 70% akan berasal dari pinjaman perbankan.

Rencana pembangunan jalan tol yang akan dibuat layang ini dibagi dalam tiga tahap. Yakni, tahap I sepanjang 29,67 km untuk ruas Semanan-Sunter dan Sunter-Pulo Gebang. Untuk tahap II, sepanjang 22,25 km yakni ruas Duri Pulo-Kampung Melayu dan Kemayoran-Kampung Melayu. Sedangkan pada tahap III, ruas Ulujami-Tanah Abang dan Pasar Minggu-Casablanca sepanjang 17,86 km.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama berharap pembangunan jalan tol dalam kota ini bisa rampung dalam waktu tiga tahun. Menurutnya, jalan tol ini penting untuk mengurai kemacetan di Jakarta. Bila pembangunan jalan tol ini bisa dimulai pertengahan tahun ini, maka paling cepat jalan tol ini rampung pada 2018.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia