KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Dunia (World Bank) melihat bahwa konsumsi rumah tangga Indonesia terbilang stabil, meskipun ramai diperbincangkan bahwa terjadi penurunan daya beli di Indonesia. Lead Country Economist untuk Indonesia Frederico Gil Sander mengatakan, konsumsi rumah tangga tidak melemah karena masih tumbuh sekitar 5% secara tahunan dalam 11 kuartal terakhir dan tetap dekat dengan rata-rata jangka panjangnya dan masih sejalan dengan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB). "Persepsi melemahnya daya beli terpengaruh dari turunnya pertumbuhan penjualan ritel. Penjualan ritel sebelumnya pada 2012-2016 mencatatkan pertumbuhan double digits sebelum turun menjadi rata-rata 2,9% di 2017 dan masih lemah di kuartal I 2018 yang mencatatkan pertumbuhan 1,4% secara tahunan," jelasnya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (6/6).
Bank Dunia: Konsumsi rumah tangga Indonesia masih stabil
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Dunia (World Bank) melihat bahwa konsumsi rumah tangga Indonesia terbilang stabil, meskipun ramai diperbincangkan bahwa terjadi penurunan daya beli di Indonesia. Lead Country Economist untuk Indonesia Frederico Gil Sander mengatakan, konsumsi rumah tangga tidak melemah karena masih tumbuh sekitar 5% secara tahunan dalam 11 kuartal terakhir dan tetap dekat dengan rata-rata jangka panjangnya dan masih sejalan dengan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB). "Persepsi melemahnya daya beli terpengaruh dari turunnya pertumbuhan penjualan ritel. Penjualan ritel sebelumnya pada 2012-2016 mencatatkan pertumbuhan double digits sebelum turun menjadi rata-rata 2,9% di 2017 dan masih lemah di kuartal I 2018 yang mencatatkan pertumbuhan 1,4% secara tahunan," jelasnya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (6/6).