Bank Dunia kucurkan pinjaman US$1,5 miliar untuk Afrika Selatan



KONTAN.CO.ID - JOHANNESBURG. Afrika Selatan memperoleh pinjaman senilai US$ 1,5 miliar dari Bank Dunia untuk mempercepat reformasi infrastruktur yang diharapkan mampu mengurangi hambatan ekonomi, mendorong pertumbuhan, dan menciptakan lapangan kerja. Dana tersebut sekaligus memperkuat pembiayaan pemerintah di tengah kebutuhan investasi yang besar.

Melansir Reuters, Kementerian Keuangan Afrika Selatan, Selasa (21/7), menyatakan pinjaman melalui skema Development Policy Loan itu akan difokuskan pada pengembangan sektor air dan sanitasi, transportasi logistik, serta kelistrikan. Perbaikan di tiga sektor tersebut dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi ekonomi dan mendukung aktivitas dunia usaha.

Pemerintah menyebut fasilitas pembiayaan ini menawarkan suku bunga yang relatif rendah dengan skema pembayaran yang fleksibel sehingga dapat membantu menekan kenaikan biaya pembayaran utang. Pinjaman tersebut memiliki tenor 15 tahun, termasuk masa tenggang selama tiga tahun, dengan bunga sebesar SOFR tenor enam bulan ditambah 1,35%. 


Baca Juga: Inflasi Afrika Selatan Naik, Bank Sentral Belum Tentu Lanjutkan Kenaikan Bunga

Kementerian Keuangan juga mengungkapkan, bersama pembiayaan dari lembaga multilateral lainnya, pinjaman ini telah memenuhi kebutuhan pinjaman pemerintah dalam mata uang asing untuk tahun fiskal 2026/2027 sebesar US$ 3,2 miliar.

Sementara itu, Bank Dunia menyatakan pembiayaan tersebut merupakan pinjaman Development Policy Loan keempat yang diberikan kepada Afrika Selatan sejak 2022. Berbeda dari pinjaman sebelumnya, fasilitas kali ini menjadi yang pertama yang secara khusus mendukung reformasi di sektor air dan sanitasi, selain memperkuat infrastruktur transportasi dan energi sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Baca Juga: Afrika Selatan Pertahankan Suku Bunga 6,75% di Tengah Krisis Energi