KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Dunia menilai rasio pembayaran bunga utang Indonesia tetap tinggi meskipun kondisi pembiayaan masih akomodatif dan biaya pinjaman berhasil ditekan. Dalam laporannya berjudul Fondasi Digital untuk Pertumbuhan edisi Desember 2025, Bank Dunia mencatat rasio pembayaran bunga terhadap pendapatan mencapai 20,5% hingga Oktober, di tengah upaya pemerintah menjaga kehati-hatian fiskal. Adapun Bank Dunia menyoroti Pemerintah Indonesia telah memberikan dukungan fiskal yang ditargetkan dan menjunjung prinsip kehati-hatian. Namun, efektivitas kebijakan tersebut terhambat oleh pendapatan negara yang menurun. Tekanan ini tercermin dari defisit fiskal yang meningkat dari 1,4% PDB pada Oktober 2024 menjadi 2,0% PDB pada Oktober 2025.
Bank Dunia Soroti Rasio Bunga Utang RI Tinggi Meski Biaya Pinjaman Rendah
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Dunia menilai rasio pembayaran bunga utang Indonesia tetap tinggi meskipun kondisi pembiayaan masih akomodatif dan biaya pinjaman berhasil ditekan. Dalam laporannya berjudul Fondasi Digital untuk Pertumbuhan edisi Desember 2025, Bank Dunia mencatat rasio pembayaran bunga terhadap pendapatan mencapai 20,5% hingga Oktober, di tengah upaya pemerintah menjaga kehati-hatian fiskal. Adapun Bank Dunia menyoroti Pemerintah Indonesia telah memberikan dukungan fiskal yang ditargetkan dan menjunjung prinsip kehati-hatian. Namun, efektivitas kebijakan tersebut terhambat oleh pendapatan negara yang menurun. Tekanan ini tercermin dari defisit fiskal yang meningkat dari 1,4% PDB pada Oktober 2024 menjadi 2,0% PDB pada Oktober 2025.