Bank Dunia turunkan outlook perekonomian Asia Timur



MANILA. Bank Dunia menurunkan outlook pertumbuhan China dan Asia Timur tahun depan. Alasannya, kawasan tersebut di 2011 harus berperang melawan inflasi tinggi dan menghindari asset bubble agar tidak kembali terjungkal ke krisis finansial Asia.Menurut Bank Dunia yang berbasis di Washington, negara-negara berkembang Asia Timur, selain Jepang, Hongkong, Taiwan, Korea Selatan, Singapura, dan India, akan tumbuh 7,8% tahun depan. Angka tersbeut lebih rendah dari estimasi April yang dipatok sebesar 8%. Sedangkan kawasan regional diramal bakal tumbuh 8,9% di 2010. Asal tahu saja, sejumlah negara Asia mulai Korea Selatan hingga Thailand, menjual mata uang mereka dalam beberapa minggu terakhir untuk memangkas penguatan mata uang karena mengancam tingkat ekspor. Sementara, sejumlah negara lainnya, termasuk Taiwan, memperketat peraturan mengenai arus dana asing yang masuk ke negara tersebut."Tingginya arus dana yang dikombinasikan dengan masih lowongnya likuiditas domestik serta tingginya kepercayaan telah mendongkrak pasar saham, harga perumahan, dan valuasi aset lainnya di beberapa negara. Ini menimbulkan kecemasan baru terkait bubble," jelas laporan tersebut. Bank Dunia mengingatkan, agar pemerintahan Asia harus hati-hati untuk memastikan mereka tidak akan terjerumus pada kesalahan yang sama sebanyak dua kali.


Editor: Barratut Taqiyyah Rafie