Bank IBK Indonesia (AGRS) Bidik Laba 200 Miliar hingga Akhir 2023



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank IBK Indonesia Tbk (AGRS) menargetkan laba Rp 200 miliar hingga akhir 2023. Untuk mencapai target tersebut IBK Indonesia menyampaikan akan memacu laju ekspansi kreditnya.

"Untuk peningkatan kredit, kami akan tetap berfokus pada perusahaan Korea dan selain itu kami juga akan mengimbangi memberikan kredit pada sejumlah perusahaan lokal," kata Chae Jae Young, Direktur Utama Bank IBK Indonesia saat ditemui pada Public Expose di Jakarta, Selasa (6/6).

IBK Bank juga membidik kredit dapat tumbuh di kisaran 30% mencapai Rp 2,5 triliun hingga akhir tahun 2023. 


Jika melihat laporan keuangannya, Bank IBK telah menyalurkan kredit sebesar Rp 7,97 triliun hingga Maret 2023, naik 28,54% dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 6,20 miliar. 

Baca Juga: Bank IBK Indonesia (AGRS) Anggarkan Capex IT Rp 24,5 Miliar di 2023

Sementara itu, jika dibanding akhir Desember 2022 yang sebesar Rp 8,06 triliun, kredit Bank IBK turun 1,11%.

Sementara itu IBK Indonesia di sepanjang kuartal I-2023 berhasil membukukan laba bersih Rp 55,76 miliar atau tumbuh 76,06% dari periode yang sama tahun 2022 yang sebesar  Rp 31,67 miliar. 

“Kami menganggap masalah kesehatan (soundness) sebagai tantangan utama yang harus diselesaikan IBK Indonesia secepat mungkin, dan berkat bantuan kerja keras dari seluruh karyawan dalam waktu 3 tahun kami berhasil menurunkan rasio NPL menjadi kisaran 1 persen,” kata Cha Jae Young. 

IBK Indonesia dalam upaya memperkuat daya saing di pasar perbankan menyampaikan pihaknya sedang membangun credit rating system dengan mengadopsi sistem analisis kredit korporasi dari IBK Korea, yang bertujuan untuk memperluas cakupan bisnis dan meningkatkan efisiensi kerja. 

Sebagai komitmen untuk mendukung pertumbuhan dan kemajuan digital, IBK Indonesia juga berkomitmen memberikan pengalaman perbankan yang lebih baik dan efisiensi bagi para nasabah dengan memberikan layanan pembukaan rekening tanpa tatap muka, E-KYC,QRIS, hingga top up e-money.

Baca Juga: Bank IBK Indonesia akan Gelar RUPST, Berikut Agendanya

IBK Bank berencana mengembangkan layanan digital khusus korporasi yang tervalidasi di Korea. Di antaranya, cash management sytem dan layanan pembayaran dana korporasi, serta serta produk pinjaman korporasi non face-to-face ke Indonesia. Dengan kondisi perusahaan yang semakin sehat serta dukungan permodalan yang kuat, IBK Indonesia siap meraih misi jangka panjang menjadi bank dengan total asset Rp50 triliun pada tahun 2030.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi