JAKARTA. Bank pemain kartu kredit mengincar segmen pemegang kartu papan atas untuk meningkatkan volume dan nilai transaksi di tengah bisnis kartu kredit yang sedang lesu. Pasalnya, nasabah menengah atas lebih gemar memanfaatkan kartu kredit untuk proses pembayaran di grosir, ritel, merchant maupun travel. Lynn Ramli, Head of Personal Financial Services PT Bank UOB Indonesia mengatakan, pihaknya masih akan mengincar nasabah kartu kredit papan atas di tahun 2017 mendatang. “Porsi nasabah kartu kredit papan atas mencapai 80% terhadap total nasabah kartu kredit UOB Indonesia,” katanya, Rabu (14/12). Saat ini, UOB Indonesia telah menerbitkan 350.000 kartu kredit dengan target nilai transaksi hingga Rp 7 triliun di akhir 2016. Nah, dari jumlah kartu kredit tersebut, sekitar 80% adalah nasabah kartu kredit papan atas dengan plafon minimal di atas 10 juta, sisanya 20% adalah nasabah kartu kredit menengah dengan plafon maksimal Rp 5 juta.
Bank incar nasabah kartu kredit papan atas
JAKARTA. Bank pemain kartu kredit mengincar segmen pemegang kartu papan atas untuk meningkatkan volume dan nilai transaksi di tengah bisnis kartu kredit yang sedang lesu. Pasalnya, nasabah menengah atas lebih gemar memanfaatkan kartu kredit untuk proses pembayaran di grosir, ritel, merchant maupun travel. Lynn Ramli, Head of Personal Financial Services PT Bank UOB Indonesia mengatakan, pihaknya masih akan mengincar nasabah kartu kredit papan atas di tahun 2017 mendatang. “Porsi nasabah kartu kredit papan atas mencapai 80% terhadap total nasabah kartu kredit UOB Indonesia,” katanya, Rabu (14/12). Saat ini, UOB Indonesia telah menerbitkan 350.000 kartu kredit dengan target nilai transaksi hingga Rp 7 triliun di akhir 2016. Nah, dari jumlah kartu kredit tersebut, sekitar 80% adalah nasabah kartu kredit papan atas dengan plafon minimal di atas 10 juta, sisanya 20% adalah nasabah kartu kredit menengah dengan plafon maksimal Rp 5 juta.