JAKARTA. Dalam sistem pembayaran, Bank Indonesia (BI) dan industri bercita-cita menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Salah satu caranya, membentuk prinsipal lokal yang memiliki infrastuktur sendiri untuk menangani transaksi domestik. Deputi Gubernur BI, Ronald Waas mengatakan, selama ini transaksi kartu kredit diproses oleh penyedia layanan luar negeri. Padahal 95% transaksi kartu kredit terjadi di dalam negeri. Selain alasan nasionalisme, prinsipal lokal juga akan mendorong efisiensi perbankan. Biaya ke nasabah lebih murah. "Kita perlu meniru Amerika Serikat. Mereka membentuk produk sendiri dan memasarkan di dalam negeri," ujarnya pekan lalu. Untuk pembentukan skema ini, BI akan menyerahkan kepada perbankan. "Dengan pertumbuhan bisnis kartu kredit sebesar 10% per tahun, pasar Indonesia sangat menjanjikan," tambahnya.
Bank Indonesia dan industri kaji pembentukan prinsipal lokal
JAKARTA. Dalam sistem pembayaran, Bank Indonesia (BI) dan industri bercita-cita menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Salah satu caranya, membentuk prinsipal lokal yang memiliki infrastuktur sendiri untuk menangani transaksi domestik. Deputi Gubernur BI, Ronald Waas mengatakan, selama ini transaksi kartu kredit diproses oleh penyedia layanan luar negeri. Padahal 95% transaksi kartu kredit terjadi di dalam negeri. Selain alasan nasionalisme, prinsipal lokal juga akan mendorong efisiensi perbankan. Biaya ke nasabah lebih murah. "Kita perlu meniru Amerika Serikat. Mereka membentuk produk sendiri dan memasarkan di dalam negeri," ujarnya pekan lalu. Untuk pembentukan skema ini, BI akan menyerahkan kepada perbankan. "Dengan pertumbuhan bisnis kartu kredit sebesar 10% per tahun, pasar Indonesia sangat menjanjikan," tambahnya.