Bank Indonesia Kerek BI Rate Jadi 5,50%, Bank Mandiri Fokus Jaga Intermediasi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyambut positif keputusan Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,50% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 9 Juni 2026.

Direktur Finance & Strategy Novita Widya Anggraini mengatakan, langkah bank sentral tersebut mencerminkan ketegasan BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan global, termasuk eskalasi geopolitik di Timur Tengah dan arus keluar investasi portofolio asing.

Menurutnya, stabilitas nilai tukar menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan aktivitas ekonomi dan menjaga kepercayaan pelaku usaha maupun masyarakat.


“Stabilitas yang terjaga merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan aktivitas ekonomi, kepercayaan pelaku usaha dan masyarakat, serta penciptaan ruang pertumbuhan yang sehat dalam jangka panjang,” ujar Novita dalam keterangannya, Rabu (10/6/2026).

Baca Juga: Investasi Emas Kian Diminati, Pembiayaan Cicil Emas BSI Naik Hampir 98%

Di tengah arah suku bunga yang lebih tinggi, Bank Mandiri memastikan tetap menjalankan fungsi intermediasi guna menjaga kelancaran aktivitas ekonomi. Perseroan juga akan memperkuat strategi ekosistem value chain serta meningkatkan kapabilitas digital untuk mendukung kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha.

Bank Mandiri menyatakan, setiap penyesuaian suku bunga simpanan maupun kredit akan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pasar, dinamika likuiditas, serta pengelolaan risiko secara prudent.

Ke depan, Bank Mandiri optimistis tetap mampu mendukung kebutuhan pembiayaan pelaku usaha, UMKM, hingga masyarakat luas. Hal itu sejalan dengan peran perseroan sebagai agent of development dalam mendorong penciptaan nilai tambah di berbagai sektor ekonomi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News