JAKARTA. Perkembangan perekonomian global yang lebih suram dari perkiraan membuat Bank Indonesia (BI) kembali mengambil langkah moderat dalam menetapkan suku bungan acuan untuk bulan ini. Direktur Direktorat Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat BI Dyah N.K. Makhijani mengatakan, berbagai indikator dari penelitian BI menunjukkan bahwa ternyata perkembangan ekonomi global lebih suram daripada yang diperkirakan beberapa bulan lalu. Sehingga saat ini dampaknya semakin terasa dalam negeri, terutama sektor-sektor yang terkait dengan perdagangan luar negeri. Untuk menanggapi hal tersebut, maka pada rapat Dewan Gubernur bulan ini memutuskan untuk menurunkan BI rate, "Penurunannya sebesar 50 basis poin menjadi 8,25%," tuturnya dalam siaran pers.
Bank Indonesia Pangkas Suku Bunga Acuan 0,5%
JAKARTA. Perkembangan perekonomian global yang lebih suram dari perkiraan membuat Bank Indonesia (BI) kembali mengambil langkah moderat dalam menetapkan suku bungan acuan untuk bulan ini. Direktur Direktorat Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat BI Dyah N.K. Makhijani mengatakan, berbagai indikator dari penelitian BI menunjukkan bahwa ternyata perkembangan ekonomi global lebih suram daripada yang diperkirakan beberapa bulan lalu. Sehingga saat ini dampaknya semakin terasa dalam negeri, terutama sektor-sektor yang terkait dengan perdagangan luar negeri. Untuk menanggapi hal tersebut, maka pada rapat Dewan Gubernur bulan ini memutuskan untuk menurunkan BI rate, "Penurunannya sebesar 50 basis poin menjadi 8,25%," tuturnya dalam siaran pers.