Bank Intidana Perkuat Direksi, Fokus Benahi Kualitas Kredit



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT BPR Intidana Sukses Makmur atau Bank Intidana memperkuat jajaran manajemen dengan mengangkat Eddy Setiawan Hertanto sebagai Direktur Utama dan Iwan Setiawan Yamin sebagai Direktur Kredit, Collection & Special Asset Management.

Penguatan jajaran direksi tersebut dilakukan seiring upaya Bank Intidana memperbaiki fundamental, kualitas aset dan kredit. Hingga Agustus 2026, sejumlah indikator keuangan Bank Intidana menunjukkan perbaikan dibandingkan posisi Maret 2026.

Baca Juga: BNI Kucurkan Kredit Rp 10,75 Triliun ke NexAI, Tambah Daftar Debitur Jumbo


Bank Intidana mencatat total aset sekitar Rp 1,32 triliun per Agustus 2026. Sementara itu, penyaluran kredit mencapai sekitar Rp 962,30 miliar dan Dana Pihak Ketiga (DPK) sekitar Rp 1,01 triliun.

Perbaikan terutama terlihat pada kualitas kredit. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) gross turun menjadi 19,59% pada Agustus 2026 dari 24,49% pada Maret 2026.

NPL net juga turun menjadi 18,39% dari sebelumnya 23,34%. Meski membaik, tingkat NPL tersebut masih menjadi salah satu indikator yang perlu menjadi perhatian dalam pengelolaan kualitas aset Bank Intidana.

Dari sisi permodalan, Capital Adequacy Ratio (KPMM) Bank Intidana mencapai 20,35% pada Agustus 2026. Sementara itu, Return on Equity (ROE) tercatat 1,58% dan Return on Assets (ROA) sebesar 0,13%.

Efisiensi operasional juga menunjukkan perbaikan. Rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) turun menjadi 98,86% pada Agustus 2026 dari 109,74% pada Maret 2026.

Baca Juga: Permata Bank Jadi Pintu Bangkok Bank Garap Bisnis Perusahaan Thailand di Indonesia

Direktur Utama Bank Intidana Eddy Setiawan Hertanto mengatakan, penguatan jajaran direksi menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat fundamental sekaligus menjaga pertumbuhan bisnis.

“Kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan Bank Intidana tidak hanya berorientasi pada ekspansi, tetapi juga memiliki kualitas dan memberikan nilai yang berkelanjutan bagi nasabah, pemegang saham dan seluruh stakeholders,” ujar Eddy dalam keterangannya Selasa (29/9/2026).

Eddy merupakan lulusan Sarjana Akuntansi STIE Malangkucecwara Malang dan memiliki pengalaman di bidang keuangan dan perbankan. Ia tercatat pernah berkiprah di BPR Intidana Sukses Makmur, Citibank N.A. dan sejumlah institusi lainnya.

Dalam menjalankan tugasnya, Eddy akan berfokus pada penguatan strategi bisnis, produktivitas dan efisiensi, pengembangan usaha serta peningkatan kualitas layanan.

Sementara itu, Iwan Setiawan Yamin akan menangani aspek kredit, collection dan special asset management.

Lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia tersebut memiliki pengalaman lebih dari 35 tahun di industri perbankan, termasuk dalam credit risk management, recovery asset, special asset management serta collection dan recovery.

Baca Juga: Bangkok Bank Optimistis pada Indonesia, Incar Pembiayaan Energi hingga Data Center

Iwan mengatakan, penguatan kualitas kredit menjadi salah satu fokus utama manajemen. Menurut dia, pengelolaan kredit perlu dilakukan secara terintegrasi mulai dari proses penyaluran hingga pemulihan aset bermasalah.

“Kualitas kredit menjadi salah satu fokus utama kami. Kami akan memperkuat proses dari credit origination, monitoring hingga recovery sehingga pertumbuhan kredit dapat berjalan sejalan dengan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko,” katanya.

Ke depan, Bank Intidana menyatakan akan melanjutkan agenda penguatan kualitas kredit, mempercepat proses recovery, mengelola special asset, meningkatkan efisiensi serta memperkuat pendanaan.

Perusahaan juga akan mengembangkan produk dan layanan dengan tetap memperhatikan kebutuhan nasabah dan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan bisnis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News