Bank Jago (ARTO) Rayakan 5 Tahun Aplikasi Jago, Pengguna Tembus 15,2 Juta



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Jago Tbk (ARTO) menandai lima tahun perjalanan Aplikasi Jago sejak diluncurkan pada April 2021.

Dalam periode tersebut, aplikasi ini berkembang dari sekadar layanan transaksi menjadi platform pengelolaan keuangan dan investasi terintegrasi.

Hingga Maret 2026, jumlah pengguna Aplikasi Jago mencapai 15,2 juta. Sementara itu, total fitur Kantong yang digunakan nasabah mencapai 43,2 juta, atau rata-rata hampir tiga Kantong per pengguna.


Baca Juga: Asbanda Dorong Transformasi BPD Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Head of Digital Lending Business Bank Jago Irene Santoso mengatakan, fitur Kantong menjadi salah satu kunci dalam mendorong disiplin finansial pengguna.

“Cara mengatur uang ini terbukti efektif membantu pengguna lebih disiplin dalam mengelola dana dan mencapai tujuan keuangan,” ujar Irene, Jumat (17/4/2026).

Ia menjelaskan, Kantong Pengeluaran menjadi fitur yang paling banyak dimanfaatkan, terutama untuk kebutuhan harian seperti makan, belanja, hingga pembayaran tagihan.

Selain itu, fitur ini juga digunakan untuk keperluan usaha serta dana musiman seperti THR, Lebaran, dan kurban.

Untuk mendukung perencanaan keuangan, Bank Jago juga menyediakan fitur Analisis Pengeluaran (spend analysis) yang merinci pemasukan dan pengeluaran secara otomatis menggunakan teknologi machine learning.

Baca Juga: Tabungan Kelas Pekerja Semakin Terkikis, Tabungan Nasabah Kaya Semakin Membesar

Di sisi investasi, minat pengguna juga menunjukkan tren peningkatan. Jumlah nasabah yang terhubung dengan platform investasi mitra seperti Bibit dan Stockbit tumbuh 38,2% secara tahunan per akhir 2025.

Dari sisi komposisi, reksadana menjadi instrumen investasi paling diminati dengan porsi 44%, diikuti saham 42%, dan obligasi 14%.

Sejalan dengan tren tersebut, pembukaan Rekening Dana Nasabah (RDN) di Bank Jago tercatat meningkat lebih dari dua kali lipat sepanjang 2025.

Untuk meningkatkan kenyamanan, Bank Jago kini menghadirkan tampilan terintegrasi yang memungkinkan pengguna memantau seluruh portofolio investasi dalam satu tab aplikasi.

Baca Juga: Rupiah Loyo, Bank Jaga Kualitas Kredit dan Perkuat Permodalan

Fitur ini terhubung dengan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) serta platform investasi mitra.

“Pengguna membutuhkan kemudahan untuk melihat seluruh aset investasi secara menyeluruh agar bisa mengambil keputusan dengan informasi yang lebih lengkap,” tutup Irene.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News