KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) sebesar 100 basis poin (bps) sejak awal tahun menjadi 5,75% mulai berdampak terhadap biaya dana perbankan. PT Bank Jago Tbk (ARTO) memperkirakan Cost of Fund (CoF) perseroan masih akan meningkat hingga akhir tahun. Direktur Bank Jago Supranoto Prajogo mengatakan, CoF perseroan berada di level 3,5% pada Juni 2026. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 3,8% pada Agustus 2026. Baca Juga: Rancangan POJK New RBC Sudah Masuk Tahap Harmonisasi di Kementerian Hukum Adapun hingga akhir tahun ini, diperkirakan mencapai sekitar 4%-4,1%. "Cost of fund bank kita di bulan Juni ini sebesar 3,5% dan kami melihat hingga di bulan Agustus kemarin meningkat sebesar 3,8%. Jadi hingga akhir tahun kami perkirakan masih akan ada peningkatan menjadi sekitar 4% atau 4,1% jika kondisi tetap seperti yang saat ini," ujar Supranoto dalam Public Expose Live 2026, Kamis (10/9/2026). Supranoto mengatakan kondisi ini tidak hanya terjadi pada Bank Jago, tetapi juga menjadi tantangan bagi industri perbankan secara keseluruhan. Baca Juga: OJK: Rasio Klaim Industri Perasuransian Masih Terjaga per Juli 2026
Bank Jago Proyeksi Cost of Fund Capai 4,1% pada Akhir Tahun Ini
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) sebesar 100 basis poin (bps) sejak awal tahun menjadi 5,75% mulai berdampak terhadap biaya dana perbankan. PT Bank Jago Tbk (ARTO) memperkirakan Cost of Fund (CoF) perseroan masih akan meningkat hingga akhir tahun. Direktur Bank Jago Supranoto Prajogo mengatakan, CoF perseroan berada di level 3,5% pada Juni 2026. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 3,8% pada Agustus 2026. Baca Juga: Rancangan POJK New RBC Sudah Masuk Tahap Harmonisasi di Kementerian Hukum Adapun hingga akhir tahun ini, diperkirakan mencapai sekitar 4%-4,1%. "Cost of fund bank kita di bulan Juni ini sebesar 3,5% dan kami melihat hingga di bulan Agustus kemarin meningkat sebesar 3,8%. Jadi hingga akhir tahun kami perkirakan masih akan ada peningkatan menjadi sekitar 4% atau 4,1% jika kondisi tetap seperti yang saat ini," ujar Supranoto dalam Public Expose Live 2026, Kamis (10/9/2026). Supranoto mengatakan kondisi ini tidak hanya terjadi pada Bank Jago, tetapi juga menjadi tantangan bagi industri perbankan secara keseluruhan. Baca Juga: OJK: Rasio Klaim Industri Perasuransian Masih Terjaga per Juli 2026