Bank Jago Tutup 1,6 Juta Rekening Tak Aktif di Kuartal II 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Jago Tbk (ARTO) mencatat jumlah nasabah mencapai 20,1 juta hingga Juni 2026. Jumlah ini bertambah hampir 3 juta nasabah dibandingkan 17,2 juta nasabah pada periode yang sama tahun 2025.

Di tengah pertumbuhan nasabah tersebut, Bank Jago juga menutup sekitar 1,6 juta rekening nasabah yang tidak aktif pada kuartal II 2026.

Direktur Bank Jago Supranoto Prajogo mengatakan, penutupan dilakukan terhadap nasabah yang tidak aktif, tidak melakukan transaksi, dan tidak memiliki saldo selama 365 hari.


"Di tahun lalu, di Kuartal IV, kami melakukan penutupan sekitar 1,2 juta nasabah. Dan di Kuartal II tahun ini, kami melakukan penutupan sekitar 1,6 juta nasabah," ujar Supranoto dalam Public Expose Live 2026, Kamis (10/9/2026).

Baca Juga: Bank Jago Proyeksi Cost of Fund Capai 4,1% pada Akhir Tahun Ini

Supranoto menjelaskan penutupan rekening tersebut dilakukan seiring dengan penerapan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait rekening yang tidak aktif.

Di sisi lain, Bank Jago tetap melihat peluang untuk memperluas basis nasabah melalui masyarakat yang belum memiliki rekening perbankan atau unbanked.

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memproyeksikan sekitar 46,5 juta penduduk Indonesia masuk kategori unbanked hingga akhir 2026.

Supranoto mengatakan pendekatan digital memungkinkan Bank Jago menjangkau masyarakat unbanked, termasuk yang berada di daerah pelosok, selama memiliki telepon seluler.

"Terkait dengan inklusi, tentunya dengan metode digital yang kami lakukan dapat mencapai banyak unbanked. Masyarakat yang yang dipelosok-pelosok juga selama mereka memiliki mobile phone-nya," katanya.

Baca Juga: Intip Rencana Aksi Penambahan Modal BTN pada Tahun Ini

 
ARTO Chart by TradingView

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News