Bank Jakarta Dorong Ekonomi Hijau Lewat Biodigester



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Jakarta terus memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai bagian dari strategi untuk membangun pertumbuhan bisnis yang sehat sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.

Sebagai bank pembangunan daerah, Bank Jakarta memiliki posisi strategis dalam mendukung pembangunan ekonomi Jakarta. Penguatan ESG tidak hanya diwujudkan melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), tetapi juga melalui pembiayaan, pemberdayaan masyarakat, pengelolaan risiko, serta penguatan tata kelola perusahaan.

Salah satunya diwujudkan lewat dengan menghadirkan fasilitas pengolahan sampah organik berbasis biodigester komunal yang mampu mengubah sampah menjadi energi biogas di Rusunawa Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara.


Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo mengatakan, pembangunan fasilitas biodigester merupakan wujud komitmen perseroan dalam memperkuat ekosistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan di DKI Jakarta.

“Program ini bukan sekadar pembangunan instalasi, tetapi bagian dari upaya menghadirkan pengelolaan sampah yang lebih dekat dengan masyarakat dan memberikan manfaat langsung. Pengolahan sampah menjadi energi terbarukan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan bagi Jakarta,” ujar Agus dalam keterangannya, Senin (5/10/2026).

Baca Juga: Bank Jakarta dan PT SMI Kucurkan Rp 2,11 Triliun untuk 7 Proyek Infrastruktur Jakarta

Biodigester yang dibangun di Rusunawa Rorotan dan TPS 3R Kelurahan Rawa Badak Utara menggunakan digester biogas berbahan fiberglass yang dilengkapi mesin pembubur sampah organik berkapasitas 250 kilogram per jam.

Fasilitas ini mampu mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 154,4 ton CO2e per tahun. Selain menghasilkan biogas sebagai alternatif LPG untuk memasak, biodigester juga menghasilkan 400–450 liter pupuk organik cair dan 50–100 kilogram pupuk padat per hari. Produk tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan urban farming warga.

Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara Edy Mulyanto mengapresiasi kolaborasi Bank Jakarta, Pemprov DKI Jakarta, dan kementerian dalam pengelolaan sampah. Biodigester di Rusunawa Rorotan berkapasitas hingga 1,2 ton per hari untuk mengolah sampah organik dari 300–400 KK. Kehadiran fasilitas dan offtaker lokal juga meningkatkan pemilahan sampah rumah tangga dari sekitar 5% menjadi hampir 90%.

Ketua Panitia Khusus Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan CSR/TJSL DPRD DKI Jakarta Ghozi Zulazmi mengapresiasi inovasi tersebut karena membantu mengolah sampah organik langsung dari sumbernya, terutama di kawasan permukiman padat.

Baca Juga: Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola, Laba Meningkat Semester I 2026

“Sekitar 60% sampah berasal dari dapur dan rumah tangga. Dengan biodigester, sampah organik dapat diolah menjadi biogas sebagai energi terbarukan untuk memasak,” ujar Ghozi.

Peninjauan yang turut dihadiri perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara itu merupakan bagian dari pengawasan DPRD terhadap program CSR/TJSL BUMD.

Ghozi mengatakan Pansus juga mendorong pembentukan Perda CSR sebagai payung hukum yang lebih kuat. Ia berharap program biodigester diperluas ke Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan kawasan padat penduduk lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News