Bank Jakarta Telah Kucurkan Kredit Rp48 Miliar ke Pedagang Pasar Induk Kramat Jati



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Jakarta memperluas penyaluran pembiayaan kepada pelaku usaha mikro dengan menggelar akad kredit massal bagi 100 pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta.

Kegiatan tersebut disaksikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno bersama jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan pemangku kepentingan terkait.

Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo mengatakan, perluasan pembiayaan tersebut merupakan bagian dari strategi perseroan untuk memperkuat akses keuangan bagi pelaku usaha mikro sekaligus mendorong pertumbuhan usaha masyarakat.


Baca Juga: Asuransi Jasindo Catat Premi Marine Hull Rp 122,49 Miliar hingga Juni 2026

"Kami tidak ingin pedagang yang sibuk mencari bank. Bank Jakarta yang harus semakin dekat dan hadir di tengah-tengah pedagang," ujar Agus dalam keterangannya Selasa (1/9/2026).

Agus mengungkapkan, hingga saat ini penyaluran kredit Bank Jakarta kepada pedagang di Pasar Induk Kramat Jati telah mencapai plafon sekitar Rp48 miliar kepada 167 pedagang.

Menurut dia, potensi pembiayaan di kawasan tersebut masih cukup besar. Pasalnya, Pasar Induk Kramat Jati memiliki lebih dari 5.000 tempat usaha dan menjadi salah satu pusat aktivitas perdagangan penting di Jakarta.

"Di Pasar Induk Kramat Jati, penyaluran kredit Bank Jakarta telah mencapai plafon sekitar Rp48 miliar kepada 167 pedagang. Potensi pembiayaan di kawasan ini masih sangat besar," kata Agus.

Baca Juga: Bank Mantap Kejar Pertumbuhan Bisnis Sambil Perkuat TJSL

Untuk memperluas akses pembiayaan hingga ke tingkat pelaku usaha mikro, Bank Jakarta kini memiliki 243 Sentra Mikro yang tersebar di seluruh wilayah DKI Jakarta.

Agus menilai, keberhasilan penyaluran kredit tidak semata-mata diukur dari besarnya pembiayaan yang diberikan.

Lebih dari itu, kredit diharapkan mampu meningkatkan kapasitas usaha dan memberikan dampak ekonomi bagi pedagang.

"Bagi Bank Jakarta, keberhasilan bukan diukur dari seberapa besar kredit yang kami salurkan. Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika pembiayaan tersebut membuat usaha pedagang berkembang, omzet bertambah, lapangan kerja tercipta, dan semakin banyak UMKM Jakarta naik kelas," lanjut Agus.

Menurutnya, kedekatan dengan pelaku usaha menjadi penting karena karakteristik kebutuhan pembiayaan UMKM berbeda dengan segmen usaha lainnya.

Dengan akses pembiayaan yang lebih mudah dan sesuai kebutuhan, pelaku usaha diharapkan dapat meningkatkan skala bisnisnya.

Baca Juga: Piutang Pembiayaan Investasi CNAF Tumbuh 53% pada Juni 2026

Pelaksanaan akad kredit massal ini sekaligus memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Perumda Pasar Jaya, dan Bank Jakarta dalam membangun ekosistem UMKM yang inklusif dan berkelanjutan di pasar rakyat.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat peran pasar tradisional sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat, sekaligus membuka akses pembiayaan yang lebih luas bagi pelaku usaha mikro di Jakarta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News