Bank Jatim patok laba bersih tumbuh 5% di 2018, ini pendorongnya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) membukukan laba bersih sebesar Rp 1,05 triliun per kuartal III-2018. Jumlah tersebut naik 4,54% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,01 triliun.

Direktur Keuangan Bank Jatim Ferdian Satyagraha mengatakan beberapa faktor penunjang pertumbuhan laba Bank Jatim yakni ada penurunan dari biaya provisi. Dalam presentasi perusahaan, provision for impairment Bank Jatim memang turun cukup dalam sebesar 49,04% dari Rp 144,88 miliar menjadi Rp 73,83 miliar.

Sementara itu, beberapa indikator pendukung kenaikan laba yakni pertumbuhan dari sisi pendapatan bunga yang ikut tumbuh sejajar dengan laba bersih sebesar 4,21% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 3,74 triliun. Di sisi lain, pertumbuhan beban bunga sedikit lebih tinggi dari kenaikan pendapatan bunga yakni sebesar 4,82% menjadi Rp 1 triliun.


Alhasil, pendapatan bunga bersih Bank Jatim baru tumbuh 3,99% secara yoy menjadi Rp 2,73 triliun. Bila dirinci, pertumbuhan pendapatan bunga tersebut disumbang dari kenaikan kredit sebesar 7,74% secara yoy menjadi Rp 33,07 triliun di kuartal III-2018.

Kredit konsumer masih menjadi penyumbang terbesar kenaikan kredit Bank Jatim yakni tumbuh 10,52% menjadi Rp 21,02 triliun atau mengambil porsi sebesar 63,57% terhadap total kredit. Namun, pertumbuhan segmen kredit lain tak sesubur kredit konsumer. Kredit komersial misalnya baru tumbuh 3,33% yoy dari Rp 6,85 triliun menjadi Rp 7,08 triliun. Sementara kredit usaha kecil menengah (UKM) baru tumbuh 3,04% menjadi Rp 4,96 triliun.

Disamping pendapatan bunga, laba Bank Jatim juga disokong realisasi kinerja pendapatan operasional yang naik 4,72% yoy menjadi Rp 1,44 triliun. Dengan pencapaian tersebut, Bank Jatim menargetkan pada akhir tahun ini kredit dapat terkerek naik ke level 10,65%. Sementara laba bersih hanya diproyeksi tumbuh tipis di kisaran 5% pada penghujung 2018.

"Sejauh ini pencapaian kinerja masih on the track, kami optimistis target-target tahun ini bisa tercapai di sisa tiga bulan ini," katanya di Jakarta, Kamis (25/10)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi