KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank Kasikorn Indonesia (BMAS) Tbk yang sebelumnya dikenal PT Bank Maspion Indonesia Tbk telah merealisasikan penggunaan dana hasil Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu II (PMHMETD II) sebesar Rp1,60 triliun hingga 30 Juni 2026. Berdasarkan laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum di keterbukaan informasi BEI pada Jumat (25/9), Bank Kasikorn Indonesia menghimpun dana sebesar Rp1,71 triliun dari aksi korporasi tersebut. Setelah dikurangi biaya penawaran umum sebesar Rp5,00 miliar, perseroan memperoleh hasil bersih sekitar Rp1,71 triliun. Dari dana bersih tersebut, perseroan telah menggunakan Rp1,60 triliun atau sekitar 93,77% dari total hasil penawaran umum. Dengan demikian, masih terdapat sisa dana sebesar Rp106,30 miliar atau sekitar 6,23% dari hasil penawaran umum.
Bank Kasikorn Indonesia (BMAS) Sudah Gunakan Rp1,6 Triliun Dana Rights Issue
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank Kasikorn Indonesia (BMAS) Tbk yang sebelumnya dikenal PT Bank Maspion Indonesia Tbk telah merealisasikan penggunaan dana hasil Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu II (PMHMETD II) sebesar Rp1,60 triliun hingga 30 Juni 2026. Berdasarkan laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum di keterbukaan informasi BEI pada Jumat (25/9), Bank Kasikorn Indonesia menghimpun dana sebesar Rp1,71 triliun dari aksi korporasi tersebut. Setelah dikurangi biaya penawaran umum sebesar Rp5,00 miliar, perseroan memperoleh hasil bersih sekitar Rp1,71 triliun. Dari dana bersih tersebut, perseroan telah menggunakan Rp1,60 triliun atau sekitar 93,77% dari total hasil penawaran umum. Dengan demikian, masih terdapat sisa dana sebesar Rp106,30 miliar atau sekitar 6,23% dari hasil penawaran umum.