Bank KB Bukopin (BBKP) Targetkan NIM Tumbuh Signifikan Tahun Ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank KB Bukopin Tbk (BBKP) menargetkan margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) akan tumbuh signifikan tahun 2023. Ini sejalan dengan perbaikan kualitas aset BBKP dan penyaluran kredit baru yang terus  mengalami meningkat.

Seng Hyup Shin, Direktur Keuangan Bank KB Bukopin mengatakan, perbaikan NIM sudah terjadi pada sembilan bulan pertama tahun 2022. Per September 2022, NIM bank ini sudah naik jadi 1,4% dari 0,95% pada periode yang sama tahun  2021.

"Ini karena perbaikan portofolio kredit baru sehingga total kerugian menjadi berkurang. Kami targetkan tahun 2023, NIM akan naik signifikan," ujarnya, dalam paparan publik baru-baru ini.


NIM merupakan salah satu indikator profitabilitas dan pertumbuhan bank, dimana NIM menunjukkan jumlah uang yang diperoleh bank dari bunga pinjaman dibandingkan dengan jumlah yang dibayarkan untuk bunga simpanan.

Terus meningkatnya NIM sejak 2021 menunjukkan perbaikan struktur keuangan KB Bukopin yang secara bertahap terus menerus terjadi sejak KB Kookmin Bank resmi menjadi pemegang saham pengendali pada pada 30 Juli 2020.

Baca Juga: KB Bukopin akan Melepas Kredit Macet Rp 10 Triliun, Kejar Status Bank Bersih di 2023

Adapun portofolio kredit Bukopin per September 2022 mencapai Rp 47,1 triliun atau turun 12,6% secara tahunan sejalan pembenahan NPL yang dilakukan. Namun, penyaluran kredit baru berjalan baik dimana sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini mencapai Rp 7 triliun.

Dalam menyalurkan kredit baru tahun ini, Bukopin akan fokus pada nasabah Korean Link, Nasabah UMKM yang merupakan supplai chain Korean Link, dan segmen ritel seperti kredit pensiun dan kredit pemilikan rumah (KPR).

Sejalan dengan transformasi yang dilakukan, bank berkode saham BBKP ini menargetkan bisa membukukan laba operasional sebelum provisi (PPOP) positif tahun ini.Sedangkan laba  bersih ditargetkan baru akan tercapai tahun 2024.

Untuk menuju itu, perseroan juga akan mulai fokus mendorong fee based income dengan menawarkan produk-produk mutual fund dan asuransi ke perusahaan Korea.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari